-->

Pemda dan Lembaga di Kabupaten Mimika Diminta Berhenti Manfaatkan Mama-mama Penjual Noken

TIMIKA (MIMIKA) – Meski mendukung upaya pemerintah untuk menggunakan noken sebagai warisan budaya Papua yang diakui dunia, mama-mama penjual noken secara umum meminta agar upaya ini tidak dilanjutkan dengan pendekatan-pendekatan lanjutan yang dinilai mereka masih hanya sebatas janji semata.

Hal ini diungkapkan Herna, salah seorang penjual noken di tepi jalan Bhayangkara depan Terminal Lama dengan meminta agar upaya pendekatan pemberdayaan kepada masyarakat asli Papua, terutama kepada para mama-mama penjual.

“Ada orang-orang dari luar yang datang, mereka mengaku dari yayasan atau lembaga yang bisa bantu kami. Mereka lalu foto kami dan kasih proposal dan foto-foto itu ke pemerintah,” ujarnya kepada Salam Papua, Minggu (23/8).

Dikatakan, akibat upaya penipuan halus itu, mereka tidak pernah menerima satu rupiah pun.

“Saat mereka dapat uang dari pemerintah, mereka tidak datang lagi kesini. Sedangkan kami tidak pernah ambil dan terima uang dari pemerintah dan tidak tahu kalo mereka buat seperti itu. Sedangkan kami tiap hari tada panas untuk jual satu noken saja susah,”

Ia juga membeberkan nama dan wajah mereka seringkali dijadikan sasaran oknum lembaga-lembaga sosial yang berusaha mencari uang dari pemerintah. Selain itu diakui ada beberapa oknum pegawai yang menjanjikan akan memberikan bantuam kepada mereka namun hingga saat ini mereka tak pernah muncul kan batang hidung merekea.

“Ada juga yang mengaku dari pemerintah, mereka janju buat proposal dan jadikan kami sebagai barang jualan. Hal itu yang membuat kami kecewa dengan orang-orang seperti itu,”

Pihaknya hanya berharap, lembaga dan pemerintah haruslah melaksanakan janji-janji merkea dengan tindakan sebab selama ini banyak oknum lembaga dan pemerintah yang mengaku akan membantu namun tidak pernah ada bukti. Sehingga saat ini para mama-mama ini lebih antipati dan selektif kepada siapa saja yang mengambil data dari mereka

“Hal itu yang membuat mama-mama dorang tidak suka lagi untuk difoto dan diminta data,” tukasnya. [SalamPapua]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah