Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 3 August 2015

Pemerintah Pusat Sudah Persiapkan Strategi Hadapi Hujan Es di Pegunungan Tengah

loading...
SURABAYA (JATIM) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pemerintah sudah menyiapkan strategi menghadapi hujan es di wilayah Pegunungan Tengah Papua. Pasalnya, peristiwa itu kerap menggangu panen warga.

"(Gangguan alam ini) kan siklus tahunan, cadangan pangan di daerah harus disiapkan di masing daerah yang kena, bukan di pusat di kabupaten," kata Khofifah di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/8).

Badai hujan es diketahui melanda Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak pada 5 Juli-10 Juli. Peristiwa itu mengakibatkan tanaman pertanian milik masyarakat setempat  kekeringan dan busuk. Sementara di Lanny Jaya, badai hujan es mengakibatkan sejumlah warga di Distrik Kuyawage meninggal dunia.

"Motor kadang enggak bisa bergerak di sana, harus pakai pesawat," jelas dia.

Menurut dia, masalah tempat cadangan makanan ini sudah didiskusikan dengan Bulog. Pembangunannya masih dibahas bersama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

"Kita lihat slotnya. Nanti Kementerian Pertanian yang siapkan bibitnya," jelas dia.

Warga setempat, kata dia, juga perlu diberikan pengetahuan soal tanaman-tanaman yang tahan dengan hujan es ini, seperti kentang. Khofifah menilai, warga belum mengetahui banyak soal produk pertanian yang kuat terhadap gangguan alam yang melanda daerahnya.

"Lalu ada ubi, mereka enggak atau kalau ada ubi yang didiamkan bisa jadi ubi madu. Info bahan pangan dan penyimpanan ini jadi penting," jelas dia. [MetroTV]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...