Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 13 August 2015

Setelah Gagal Landing, Pesawat Komala Air Menabrak Bukit di Ujung Lapter Ninia

loading...
KOTA JAYAPURA - Kecelakaan pesawat yang menimpa maskapai penerbangan Komala Air dengan jenis pesawat PAC 750 XL PK KIG di Lapangan Terbang (Lapter) Perintis Ninia, Distrik Ninia, Kabupaten Yahukimo akibat gagal landing dan kemudian menabrak bukit.

Menurut Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Kementerian Perhubungan, JA Barata menjelaskan, pesawat milik PT Komala Indonesia itu menabrak bukit di ujung runway lapter Ninia, Rabu (12/8).

Pesawat sempat hilang kontak setelah empat menit take off dan hingga 23.05 coordinated universal time (utc) yang ditentukan, pesawat tak kunjung sampai di Lapangan Ninia.

"Ada pesawat PAC 750 XL PK KIG, milik PT Komala Indonesia, take off dari Bandara Wamena 22.43 utc menuju Lapangan Terbang Ninia estimasi 23.05 utc dan mengalami lost contac 22.47 utc," ujar Barata dalam pesan singkatnya.

Barata menambahkan, Pesawat Komala Air sempat gagal landing dan menabrak bukit di ujung runway lapangan terbang, di kordinat lapangan terbang 04 21'86"S 139 18'09"E DIMENSI 25X449M SLOP 11 elevasi 6500.

Pesawat yang dipiloti oleh Kapten Herman Tiono tersebut berisi empat orang penumpang dan satu orang teknisi.

Korban tewas adalah Eka Wijaya Sumanta yang kesehariannya bertugas sebagai teknisi pesawat tersebut. Sementara 5 korban lainnya termasuk pilot pesawat, mengalami luka-luka memar hingga patah tulang.

Kepala SAR Jayapura, Ludianto mengatakan, akibat dari kecelakaan ini, 3 penumpang atas nama Adam, Yali Pahabol, dan Herman Tiono dirawat ke RSUD Wamena dan 2 korban luka parah lainnya atas nama Yakyat Leobak dan Laimo ke Rumah Sakit Dian Harapan, Waena, Kota Jayapura. Sedangkan Eka disemayamkan di Wamena.

"Kebanyakan korban kecelakaan mengalami luka memar di kepala, luka ringan, dan patah tulang," ujar dia. [JPNN/Papuanesia]



Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...