-->

Tonny Tesar Terima Rombongan Guru Luluasan Universitas Negeri Manado

SERUI (YAPEN) - Sebanyak 263 guru-guru lulusan Strata Satu Universitas Negeri Manado Tondano diterima oleh rombongan Muspida Kabupaten Kepulauan Yapen, saat tiba menggunakan KM Doro Londa di Pelabuhan Serui Kamis (24/9).
 
Guru-guru tersebut dikatakan adalah guru yang telah lama mengabdi sebagai guru  namun belum menyelesaikan studi S1.

Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar S.Sos menyampaikan dengan diterimanya guru-guru tersebut adalah bukti komitmen pemerintah daerah dalam memajukan SDM lewat pendidikan yang lebih baik. Pendidikan yang baik itu harus di dukung dengan tenaga pendidik yang berkualitas pula. Oleh karenanya, sambut Bupati di tahun 2016 mendatang Pemda Kepulauan Yapen berkomitmen hal itu adalah langkah awal setiap tenaga pengajar di Kepulauan Yapen minimal mengantongi ijazah S1.

Guru-guru yang diterima di Pelabuhan Serui kemarin mayoritas adalah guru senior di sekolah masing-masing. Jadi tidak heran ketika menyambut para guru, mereka sudah terlihat berumur tiga puluhan tahun ke atas. Bupati menyampaikan bahwa pendidikan tidak membatasi usia seseorang, makanya dengan berharap output pendidikan yang lebih baik, tentu harus memiliki input pendidikan yang berkualitas, bermutu dan berdaya saing.

“Tahun 2016 setiap guru minimal harus S1, dan inilah yang membuat kami melanjutkan instruksi nasional dengan menyediakan tenaga pendidik yang lebih bermutu dan berkualitas, agar para siswa juga mampu memiliki semangat dalam belajar, para guru pula semangat dalam mengajar,” imbuhnya.

Dengan adanya lulusan tersebut, Bupati juga menyampaikan pemerintah daerah tidak lagi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan guru di Kepulauan Yapen, tidak terkecuali di daerah-daerah yang terpencil. Jika hal ini berjalan dengan baik, setiap sekolah lanjut bupati akan memiliki tenaga pendidik yang sudah memiliki integritas dalam mengajar dengan mengantongi ijazah S1.

“263 guru ini akan membantu proses belajar dan mengajar di Kepulauan Yapen. Ini merupakan sebuah stagnasi pendidikan berkualitas dalam dua puluh tahun yang akan datang. Kami akan tetap menyiapkan dana bagi para guru yang belum menyelesaikan studi S1 ini, prinsip kami tidak ada orang Papua yang tidak bersekolah karena alasan biaya,” pungkasnya [CenderawasihPos]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel