Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 13 October 2015

Yan Mandenas Minta Pemprov Fokus Pembangunan Jaringan Irigasi Merauke

loading...
KOTA JAYAPURA - Anggota Komisi IV DPR Papua yang membidangi pembangunan dan Infrastruktur, Yan P. Mandenas mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua harus lebih fokus pada pembangunan jaringan irigasi di Kabupaten Merauke yang telah ditetapkan sebagai daerah lumbung pangan di wilayah timur Indonesia.

“Jadi, khusus Merauke perlu mendapat perhatian penuh terkait pengembangan jaringan irigasi karena disitu adalah daerah investasi pertanian yang mempunyai potensi besar. Mudah-mudahan untuk Merauke kita dorong di 2016, baik lewat APBN maupun APBD untuk pengembangan jaringan irigasinya,” kata Yan Mandenas kepada wartawan di Jayapura, Kamis (8/10).

Dijelaskan Mandenas, hingga saat ini belum ada kesamaan pandangan antara Pemprov Papua dan Pemkab Merauke terkait dengan pembangunan jaringan irigasi walaupun setiap tahun mendapat dana alokasi khusus.

“Saya pikir dana DAK masuk dari provinsi juga untuk pembangunan jaringan irigasi, tyapi kita tidak tahu bangun irigasi yang mana, yang jelas DAK setiap tahun digelontorkan pusat untuk masuk membangun irigasi dan juga bendungan-bendungan,” terangnya.

Kedepan, ujar Mandenas, bagaimana masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten bisa sinkron dengan Provinsi untuk melakukan penekanan dalam pemenafaatan dana DAK dalam pengembangan jaringan irigasi dan bendungan.

Lebih lanjut, kata Yan, selama ini anggaran untuk pembangunan irigasi di Merauke sangat kecil, besarannya hanya Rp 4 - 5 miliar saja, tapi kalau normalisasi sungai atau pembuatan long storage itu bisa memakan anggaran sampai Rp18 miliar.

“Harapan saya, 2016 harus fokus pembanunan irigasi, ini harus dilakukan oleh pemerintah daerah, dan bisa juga oleh Balai Wilayah Sungai untuk bisa mendorong pembangunan jaringan irigasi di wilayah transmigrasi seperti di Merauke, Koya, Nabire dan dibeberapa daerah lainnya,” harap Yan.

Ditegaskan Mandenas, pembuatan irigasi harus bisa menjamin terpeliharanya lahan pertanian yang sedang dikembangkan oleh petani, karena sejauh ini hasil produksi mereka terus memperlihatkan kemajuan.

“Beras merauke ini lebih enak dibanding beras toko, jadi petani di Merauke harus mendapat perhatian dari pemerintah Papua atas apa yang mereka telah tunjukkan pada kita bahwa mereka bisa memberikan hasil yang baik untuk kita,” tambahnya. [Dharapos]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...