-->

Fahri Hamzah Buka Konferensi Masyarakat Adat Papua ke-III

RIDGE (BIAK NUMFOR)  – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah membuka pameran budaya pada Konferensi Masyarakat Adat Papua ke-III. Acara berlangsung di Lapangan Balai Pendidikan dan Pelatihan Petrus Kafiar Ridge Kabupaten Biak, Minggu (1/11).

Dalam sambutannya Fahri mengatakan kita adalah manusia merdeka, jangan batasi jarak kita, sehingga kita bisa lebih bebas membangun dialog. Jangan takut berbicara, karena pertanggungjawaban kita adalah kepada tuhan. Ekspresikan diri kita karena bangsa kita adalah bangsa yang beradab, sehingga tidak perlu merasa takut. Atas nama apapun pembangunan tidak boleh menyingkirkan kearifan lokal. Pembangunan juga tidak boleh dijalani dan menguntungkan segelintir orang. Pembangunan harus dijalankan bersama-sama dengan dialog yang matang dan mendalam. Pembangunan juga harus menjadi perubahan yang membawa kegembiraan bagi kita semua.

“Kesadaran seperti inilah yang kita ingingkan, ada bimbingan kepala suku, dari pendeta, dari para pemuka agama, dari para kyai, lalu kita menjadi bersaudara bersama-sama,saling memeluk dan saling membantu. Kita diciptakan berbeda-beda, tapi kita diciptakan untuk saling kenal-mengenal dan saling berdiskusi dan saling mencintai, itulah ciri dari peradaban yang maju.Peradaban maju dicirikan oleh budaya musyawarah, berdialog dan saling berdiskusi. Peradaban maju bukan peradaban yang kacau, sengketa dan konflik, itu semua harus kita tinggalkan, dalam rangka menyongsong masa depan bangsa kita,”lanjut Fahri.

Ia menyatakan senang telah diundang ke konferensi besar ini dan mengajak seluruh bangsa bergembira untuk konferensi ini.

"Ini menjadi suatu bagian dari kegembiraan di suatu pesta di tanah kita sendiri. Kegembiraan ini bisa dipertahankan untuk bangsa kita, anak cucu kita dan bertekad tak boleh ada lagi kesedihan," kata Fahri.

Fahri pun berharap penyelenggaraan konferensi ini berdampak positif terhadap masyarakat Papua. "Izinkan saya bagian dari penyelenggaraan pesta ini sehingga tidak ada lagi kecurigaan dan tidak ada sekat-sekat lagi," ucap Fahri.

"Mari kita bersatu membangun peradaban, pendiri tanah dan bangsa kita. Kemunafikan harus dihentikan dan menyesakkan dada. Bangsa berjalan diisi oleh mentalitas-mentalitas baru, jangan takut bicara, ekspresikan," ujarnya.

Dia menyebut bahwa konferensi semacam ini sebagai ikhtiar untuk dialog. "Kita tidak sedang duduk pegang senjata, kita saling mengelus dada dengan penuh keikhlasan dan ketulusan," kata dia.

Pembangunan, lanjutnya, tidak boleh dilakoni oleh segelintir orang atas nama apa pun, sehingga menyingkirkan kearifan lokal. Pembangunan harus dijalankan sama-sama, dengan dialog yang matang dan menjadi kegembiraan bersama.

"Kalau kita benar, kenapa takut dengan pemerintah. Kenapa saya mesti jadi musuh kalau saya mengatakan kebenaran," tutur dia.

Sekretaris  Dewan Masyarakat Adat Papua, Leo Imbiri, mengatakan, Konferensi Besar Dewan Adat Masyarakat Papua ke-3 ini akan mengevaluasi perjalanan Dewan Adat Papua periode 2007-2015.

"Evaluasi secara menyeluruh dan konfrehensif terhadap perjalanan Dewan Adat Papua periode 2007-2015, menyusun program strategis dan memiliki kepemimpinan baru,” kata Leo.

Upacara pembukaan pameran budaya dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Adat Papua, Bupati Biak Numfor, DPRD, Kapolres, Dandim dan jajaran dinas serta lembaga se-Kabupaten Biak Numfor. Selain dari jajaran pemerintahan juga hadir perwakilan masyarakat dan suku-suku dari wilayah Papua dan Papua Barat.

Setelah membuka pameran, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dengan didampingi sekretaris Dewan Adat Papua Leo Imbiri berkunjung ke stand dan belanja beberapa produk hasil kreasi masyarakat adat. [DAP/Kompas]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah