-->

Gerindra Minta Sudirman Said Sebut Pencatut Nama Presiden Joko Widodo

TOKYO (JEPANG) - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said membuka nama politisi yang disebutnya mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memuluskan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

"Tinggal disebut saja, Pak Sudirman enggak usah bingung. Siapa yang mencatut nama Presiden dan Wapres tinggal disebut saja," kata Muzani di sela-sela kunjungan kerjanya di Tokyo, Rabu (11/11).

Muzani menilai, jika benar nama Presiden dan Wapres dicatut oleh tokoh politik, taruhannya adalah kredibilitas Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi Menteri ESDM untuk menutup-nutupi nama tersebut jika memang mengetahuinya.

"Siapa dan dari mana tinggal dibuka saja," ujarnya.

Muzani pun meminta perpanjangan kontrak Freeport ini tidak perlu dijadikan polemik. Seharusnya, pemerintah bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, bukan mengeluarkan komentar di media yang menimbulkan kontroversi.

"Supaya betul-betul clear tidak saling tuduh. Persoalan in di-clear-kan saja, tak usah melempar-lempar dan seolah menjadikan ini problem," ucap dia.

Sudirman sebelumnya menyebutkan adanya tokoh politik yang sangat berkuasa mencoba menjual nama Jokowi-JK kepada Freeport.Pencatutan nama Presiden dan Wapres dilakukan agar kontrak Freeport bisa segera diberikan.

"Seolah-olah Presiden minta saham. Wapres juga dijual namanya. Saya sudah laporkan kepada keduanya. Beliau-beliau marah karena tak mungkin mereka melakukan itu," ujar Sudirman Said seperti dikutip dalam acara Satu Meja yang ditayangkan Kompas TV dan dikutip Kompas, Selasa (10/11).

Namun, dia mengaku tak bisa menyebut siapa politisi yang coba menjual nama dua pimpinan tertinggi Indonesia itu. Hanya, Sudirman mengatakan bahwa orang itu cukup terkenal.

JK, tutur dia, tahu persis siapa orang yang coba menyeret-nyeret nama dua petinggi tersebut.

"Keduanya (Presiden dan Wapres) sangat marah. Pak Jokowi mengatakan, 'ora sudi'. Ora sudi kan ungkapan Jawa yang sangat dalam. Begitu pun Wakil Presiden. 'Ini orang kurang ajar dan saya tahu orang itu siapa,' kata Wapres. Jadi, Wapres sudah menduga," ujarnya.

Sudirman mengaku mengetahui semua tindakan licik tokoh-tokoh politik di balik percobaan perpanjangan kontrak Freeport. Sebab, Freeport menceritakan secara rinci permintaan tokoh-tokoh politik tersebut. [Kompas]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah