-->

Bulog Targetkan Serap 30 Ribu Ton Beras Lokal

KOTA JAYAPURA - Perum Bulog Divisi Regional Papua menargetkan untuk menyerap beras produksi petani lokal sebanyak 30 ribu ton pada 2016.

Kepala Perum Bulog Divre Papua Arif Mandu di Jayapura, Minggu, menjelaskan pihaknya masih mengandalkan Kabupaten Merauke sebagai daerah sentra produksi beras di Papua dan diharapkan pada musim tanam kali ini hasilnya bisa maksimal.

"Penanaman baru mulai karena hujannya belum merata betul, tapi sebagian besar sudah mulai penanaman. Kami berharap mungkin Mei 2016 puncak panen," ujar dia.

Ditegaskannya, Bulog akan lebih mengoptimalkan pembelian beras pada musim tanam pertama (Rendengan) agar pada musim tanam berikutnya tidak terlalu banyak angka yang harus dikejar.

"Mudah-mudahan di panen rendengan 2016 ini hasilnya bagus dan kita bisa optimalkan pembelian hasil produksi petani. Target kita di 2016 ini sebanyak 30 ribu ton," ucapnya.

"Pada rendengan kalau bisa dapat 25 ribu ton karena biasanya pada panen gadu sedikit dan kami antisipasi jangan sampai kemarau panjang lagi seperti 2015, akhirnya kemarin kami hanya dapat seribu ton, padahal target 10 ribu ton," sambung Arif.

Sebelumnya, ia menyampaikan hingga awal Desember 2015, Bulog Divisi Regional Papua menyerap 22 ribu ton beras produksi petani di Kabupaten Merauke.

Arif mengakui, proses penyerapan beras petani Merauke pada musim tanam kedua jauh dari target yang ditetapkan karena faktor cuaca.

"Pengadaan memang masih ada masuk sedikit-sedikit, tapi tidak signifikan. Memang pada panen gadu ini kami targetkan 10 ribu ton, tapi karena pengaruh kemarau itu akhirnya turun drastis. Kami hanya dapat seribu ton dari target 10 ribu ton. Jadi pengadaan kami baru 22 ribu ton, dari target 30 ribu ton," ucapnya.

Ia pun mengakui pihaknya sulit memenuhi target tahunan Bulog yang sebesar 30 ribu ton karena faktor yang menghambat sulit diatasi dan infrastruktur pengairan di Merauke masih kurang memadai.

"Di luar perkiraan kemarau ini sangat panjang. Berat untuk mengejar target, kadang kala masuk per hari 20 ton, jadi kami rasional karena waktu yang tersisa menghitung minggu saja," katanya. (antara)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah