Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 18 March 2017

Banyak Mesin Tua di SMKN 3 Kota Jayapura

loading...
KOTA JAYAPURA - Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Jayapura, Papua Zeth G Victor Faudubun mengakui peralatan praktik di sekolahnya tergolong di bawah standar nasional karena banyak mesin praktik usianya sudah tua dan perlu peremajaan. 

"Contohnya di bengkel mesin dan bangunan kebanyakan mesin praktik yang digunakan usianya sudah tua, pada Jurusan Kayu juga ada berbagai mesin tua yang masih kami gunakan seperti mesin skap," kata Faudubun, di Jayapura, Sabtu.

Karena itu, menurutnya, sejalan perkembangan dan teknologi saat ini memang harus tetap terinovasi dan dilakukan peremajaan terhadap peralatan praktik yang digunakan di SMKN 3 Jayapura, karena sebagian besar usianya sudah tua serta sudah tidak bisa difungsikan dengan baik. "Perlu ada peremajaan, bahkan mungkin perlu ada pengadaan yang baru," ujarnya lagi.

Menurutnya, peralatan yang tidak bisa berfungsi dengan baik itu, membuat praktik para siswa sering terganggu karena menunggu peralatan itu bisa berfungsi agar tetap bisa digunakan.

Menurut dia, berbagai peralatan mesin tua itu sudah terlalu lama digunakan, sehingga pihak sekolah membutuhkan bantuan dari pemerintah.

Pihak sekolah sudah menyampaikannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, namun hingga kini belum ditindaklanjuti, sehingga berharap ada upaya perbaikan dan peremajaan dari pemerintah.

"Kami memang mendapat bantuan peralatan yang kurang lebih nilainya sekitar Rp500 juta, tetapi hingga kini bantuan itu belum tiba di sekolah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bantuan itu akan datang," ujarnya pula.

Bantuan yang nantinya diterima berupa peralatan teknologi seperti komputer dan bantuan mesin yang bernilai Rp500 juta.

Menurut dia, sekolah yang dipimpinnya ini adalah sekolah kejuruan yang harus memiliki sarana dan prasarana memadai, sehingga dapat memberikan pembelajaran yang maksimal kepada peserta didik. (antara)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...