-->

Kementerian Perindustrian akan Gelar Bimtek IKM Kopi dan Noken di Waanal Coffee

TIMIKA (MIMIKA) – Kementerian Perindustrian akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Produksi Industri Kecil Menengah (IKM) Kopi dan Noken di Waanal Coffee and Resto  Timika pada hari ini, Kamis (30/3).

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih, ketika diwawancara via telepon Rabu (29/3) malam mengatakan, program Pemerintah Pusat saat ini untuk menciptakan pemerataan, tidak hanya dalam pendapatan (income) saja, tetapi juga pemerataan di seluruh  Indonesia. “Jadi kita juga harus memeratakan pembinaan industri, tidak hanya di Jawa tapi juga di seluruh Indonesia, salah satunya kita buat di Papua,” kata Gati.

Gati menjelaskan, di Papua ini, potensinya ada kopi dan ada kerajinan lokal. Jadi untuk meningkatkan income mensyarakat, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perindustrian menggelar kegiatan Bimtek tersebut.

Ditanya mengapa kopi dipilih sebagai materi pelatihan, Gati mengatakan, di Kementerian Perindustrian ada program yang namanya Identifikasi Geografis, dimana program ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil bumi atau hasil dari suatu daerah. Papua diketahui memiliki kopi yang terkenal tidak hanya dalam negeri tapi juga manca negara.

“Ini kan Papua ada terkenal kopinya. Ini akan kita jadikan sebagai salah satu hasil identifikasi geografis dari Papua. Kalau di dunia internasional dikenal dengan istilah Geographic Identification (GI). Kalau kopi Papua sudah masuk atau terdaftar dalam GI ini, maka kopi Papua akan dikenal di seluruh dunia dan ini akan mengangkat nama Papua,” kata Gati.

Terkait Noken yang sudah diputuskan sebagai warisan budaya dunia tak Berbenda oleh UNESCO, Gati mengatakan pelatihan yang dilakukan bertujuan  untuk lebih mempromosikan noken ini.

“Setahun yang lalu kita juga buat pelatihan terkait noken di Papua, hasilnya kita bawa noken ke fashion show, kita tidak hanya melihat noken semacam tas saja,  tapi harus dipadukan dengan disainer-disainer supaya noken lebih terkenal lagi. Jadi kegunaan dari pada noken ini bisa lebih banyak lagi. Nah untuk memperkenalkan atau mengawinkan noken dengan para disainer, kita harus bina dulu para pengrajin noken supaya hasil nokennya itu bagus, supaya yang memproduksi noken juga banyak, sehingga nanti kalau ada permintaan, masyarakat Papua sudah siap untuk memproduksi,” kata Gati.

Gati menjelaskan, rencana semula dirinya yang akan membuka kegiatan Bimtek tersebut, tapi karena ada rapat pimpinan, maka akan digantikan oleh Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sangdang, Aneka dan Kerajinan, E. Ratna Utarianingrum.

“Tapi nanti setelah pelatihan ini akan dilakukan  program pendampingan,  rencananya saya mau hadir dalam program tersebut. Karena saya juga perlu melihat hasil dari pelatihan yang sudah diadakan, kemudian kelanjutannya bagaimana. Karena kalau saya sendiri turun ke lapangan, saya sendiri akan melihat bagaimana potensinya, lalu saya bisa rencanakan lagi tahun 2018 apa yang akan dilakukan,” kata Gati.

Gati mengharapkan, kegiatan yang dilakukan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perindustrian ini  menjadi pemantik bagi Pemerintah Daerah dan stakeholders lain dalam mengembangkan kegiatan IKM di Mimika.

“Kita kasih tahu pemerintah daerah bahwa ini adalah potensial, kami dari pusat buat kegiatan, setelah itu pemerintah daerah teruskan, jadi bukan terus-terusan dari pemerintah pusat. Ini harus ada kerjasama yang baik. Jadi saya akan ke Mimika, berbicara dengan Bupati Mimika, kita tukar pikiran, bupati beritahu kami apa yang harus dilakukan pemerintah pusat, lalu kita sesuaikan permintaan pemerintah daerah, kita fasilitasi tapi nanti harus diteruskan oleh pemerintah daerah, karena tidak bisa terus menerus disuport oleh pemerintah pusat,” kata Gati.

Salah satu Pemerhati Papua, Inggrid Dwiputra mengatakan, Bimtek  ini merupakan kegiatan berkesinambungan dari Kementerian Perindustrian dalam rangka menyonsong Program Papua Menyapa Dunia yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang.

“Bimtek kopi bertujuan untuk memperkenalkan kopi dan mengangkat nama kopi Papua di dunia internasional. Sementara  pelatihan noken, ini merupakan tahap pertama, jadi hanya akan diberikan penyuluhan dan akan berkesinambungan ke tahap kedua, dimana Kementerian Perindustrian akan mengirim pendampingan yaitu disainer kepada peserta untuk melatih dan membimbing sampai  bisa membuat noken yang sesuai dengan keinginan pasar dunia,” kata Inggrid.

Inggrid menjelaskan peserta dari Bimtek ini berasal dari Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Mimika. Pemilihan IKM melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika. Dalam melaksanakan Bimtek ini,  terlebih untuk menjamin adanya kesinambungan, perlu ada kerjasama dengan Pemkab Mimika dan semua stakeholder,  terutama PT Freeport  Indonesia yang selama ini sudah membuktikan komitmen dan keberpihakannya dalam mengembangkan industri kecil menengah di Kabupaten Mimika.

Khusus Noken, tujuannya untuk melindungi dan menggali kebudayaan Papua tersebut. “Noken merupakan salah satu warisan budaya dunia dari Papua yang indah, karena itu Noken harus dilindungi, dikembangkan dan dilestarikan kepada generasi penerus. Bimtek yang akan dibuat merupakan salah satu cara ikut melindungi, mengembangkan dan melestarikan Noken. Hasil dari Bimtek dan pendampingan desainer yang dilakukan Kementerian Perindustrian akan ditampilkan pada Papua Menyapa Dunia pada tahun 2018 mendatang,” kata Inggrid.

Inggrid menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan di Waanal Coffee and Resto Timika karena tempatnya memadai dan memenuhi syarat.  (salampapua.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah