-->

Ribuan Warga Hadiri 107 Tahun Masuknya Injil di Tanah Tabi

KOTA JAYAPURA - Lebih dari 2.000 orang warga menghadiri ibadah perayaan 107 tahun masuknya Injil di Tanah Tabi, yang digelar di Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Jumat.

Penjabat Wali Kota Jayapura Daniel Pahabol yang juga hadir dalam ibadah itu mengatakan momentum perayaan 107 tahun Injil masuk di Tanah Tabi merupakan bentuk ungkapan syukur bagi kemuliaan nama Tuhan.

"Tentu untuk kita memuliakan Allah karena kesabaran dan keagungannya. Ia adalah gembala utama dalam kehidupan sehingga kita menunjukkan ketidakberdayaan dan ketergantungan hanya kepada Tuhan," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah, adat dan gereja telah lama ditentukan menjadi pilar utama dalam membangun sumber daya manusia di Tanah Tabi, termasuk juga di Kota Jayapura.

Gereja Kristen sejak dulu memiliki legitimasi yang kuat dan mendasar bagi upaya membangun dan menciptakan tatanan kehidupan warga masyarakat yang lebih bermoral, beretika, memiliki tata krama, berakhlaq baik dan takut akan Tuhan.

Namun, berbeda dengan perayaan pada tahun-tahun sebelumnya, ibadah kali ini dipimpin oleh Pater Jhon Bonay dari Kristen Katolik sebagai pelayan firman.

Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa dalam HUT pekabaran Injil masyarakat kota Jayapura harus lebih mencintai Tuhan dalam berbagai tantangan yang dihadapi dan terus mengandalkan Tuhan dalam doa firman dan juga pujian penyembahan.

Sebagai informasi, momen masuknya Injil di Tanah Tabi yang mencakup Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi dan membramo Raya, dipercaya masyarakat sebagai awal masyarakat adat di kawasan tersebut mengenal agama. (antara)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah