Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 25 March 2017

World Health Organization (WHO) Apresiasi Sosialisasi Sirkumsisis Prepex

loading...
KOTA JAYAPURA - Tim World Health Organization (WHO) mengapresiasi upaya Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Provinsi Papua yang aktif mensosialisasikan penerapan sirkumsisi menggunakan "prepex".

Penasehat Teknik Grup Inovasi Sirkumsisi Pria WHO Timothy Hargreave, di Jayapura, Sabtu, mengatakan pihaknya sengaja mendatangi Papua untuk belajar dan melihat proses yang berhubungan dengan sirkumsisi dalam upaya pencegahan virus HIV.

"Provinsi Papua merupakan wilayah pertama di Asia yang menerapkan sirkumsisi dengan alat 'prepex' setelah negara Afrika sehingga pasti ada perbedaan, itu yang ingin kami pelajari dan ketahui," katanya.

Menurut Timothy, pastinya selalu ada perbedaan mengenai sirkumsisi 'prepex' yang berjalan di Afrika maupun di Papua, karena disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah.

Sirkumsisi "prepex" atau sunat menggunakan peralatan "prepex" yakni cincin untuk menjempit ujung kulit penis (foreskin).

"Karena itulah, sekali lagi kami belajar dari Papua seperti apa, dan harapannya pelaksanaan sirkumsisi ini bisa aman bagi semua, baik untuk pasien, petugas serta semua pihak terkait lainnya," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya juga memuji partisipasi aktif pemerintah setempat yang mampu mensosialisasikan penerapan sirkumsisi "prepex".

"Sehingga, kami merasa berkepentingan untuk berkunjung langsung, sebab seluruh organisasi kesehatan dunia sangat peduli terhadap penanganan dan pencegahan HIV/AIDS di Papua bahkan Indonesia," katanya lagi.

Dia menambahkan pihaknya mengingatkan semua pihak di Papua bahwa sirkumsisi tak 100 persen menjamin bebas dari penyebaran virus HIV sehinggadisarankan kepada para pria untuk tetap menggunakan kondom, karena terbukti untuk meminimalisasi resiko tertularnya virus mematikan tersebut serta penyakit kelamin. (antara)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...