-->

Komunitas Sastra Papua (Ko’Sapa) akan Luncurkan Tiga Buku

 
KOTA JAYAPURA – Komunitas Sastra Papua (Ko’Sapa) akan meluncurkan tiga buku April ini. Karya-karya anak asli Papua ini sedang dalam proses cetak di Yogyakarta.

Ketua Ko’Sapa Hendrikus Yeimo kepada Jubi di Jayapura, Jumat (31/3) mengatakan, tiga buku itu adalah “Tetesan Embun Inspirasi Dari Papua (Kumpulan Kata Bijak)” karya Aleks Giyai, “Antologi Cerpen Aku Peluru Ketujuh (19 cerpen)” karya Bastian Tebai dan Kansina Fananin (Kumpulan Puisi, 140 puisi dari tahun 1979-2008), alm. Jingga Kamboja, sastrawan dan kartunis senior Papua.

“Buku kumpulan puisi ini diterbitkan sebagai penghormatan dan penghargaan kepada beliau, dan April ketiga buku ini sudah bisa hadir di ruang baca Anda dengan harga terjangkau,” katanya.

Menurutnya tahun ini Ko’Sapa bakal menerbitkan sembilan buku. Namun karena keterbatasan dana maka pihaknya baru menerbitkan tiga buku.

Ia berpendapat tolok ukur peradaban suatu bangsa adalah seberapa besar generasinya mencintai buku dan menulis segala peradaban sejarah bangsanya, baik berupa fiksi maupun nonfiksi.

Sekretaris Ko’Sapa Aleks Giyai mengatakan, karaya-karya intelektual berupa buku sangat penting dan diperlukan di Tanah Papua.

“Bukan hanya bicara-bicara tanpa kita menulis dan membukukan. Kalau bicara kapan ada perubahan? Dan kalau tidak ada perubahan, ya, generasi sekarang sadar untuk mengubahnya, karena setiap masa ada generasi dan setiap generasi pasti ada jiwa-jiwa militan yang akan mengubah situasinya untuk membangun peradaban barunya,” kata Aleks.

Ia berharap generasi Papua mengubah paradigmanya dengan menulis buku untuk mengivestasikan ilmunya. (tabloidjubi.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah