Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 4 April 2017

Kota Sorong Alami Inflasi Sebesar 0,38 Persen

loading...
 
KOTA SORONG - Sejumlah kebutuhan di Kota Sorong, Papua Barat, pada Maret 2017 mengalami inflasi atau kenaikan harga sebesar 0, 38 persen, atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 128, 10 pada Februari menjadi 128,59 pada Maret.

Kepala BPS Kota Sorong Oktofianus Antaribaba di Sorong, Senin mengatakan, inflasi terjadi karena adanya perubahan indeks harga barang dan jasa pada beberapa kelompok yakni kelompok bahan makanan yang berinflasi 1,08 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau berinflasi -0,12 persen.

Selain itu, kata dia, penyumbang inflasi pula adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,71 persen. Kemudian kelompok sandang sebesar -0,22 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 1,28 persen.

"Berikutnya adalah kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga berinflasi 0,04 persen, dan kelompok transportasi, serta jasa keuangan sebesar -1,16 persen," ujarnya.

Ia mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender di Kota Sorong sampai Maret mencapai 1,38 persen, sementara tingkat inflasi tahun ke tahun di Kota Sorong sebesar 3,27 persen.

Dijelaskan bahwa ada lima komoditi yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di Kota Sorong adalah kenaikan cabai merah 0,13 persen, sayur kangkung 0,09 persen, pasir bangunan 0,09 persen, ikan cakalang 0,07 persen, dan bawang merah 0,07 persen.

Menurut dia, ada beberapa komoditi pula yang menyebabkan terjadinya inflasi di Kota Sorong seperti kenaikan tarif listrik, namun hasil pendataan BPS yang sangat menonjol dan memberikan andil terbesar terhadap inflasi pada Maret adalah cabai merah, pasir, sayur kangkung, ikan cakalang, dan bawang merah.

"Kota Sorong menempati urutan ke 12 dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Indonesia. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 1,24 persen dengan IHK sebesar 135, 67 dan inflasi terendah terjadi di kota Banjarmasin sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 127,74," ungkapnya.
 (antara)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...