Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 10 April 2017

Tiga Perusahaan akan Ekspor 100 Kontainer Kayu Papua ke Tiongkok

 
KOTA JAYAPURA - Manajemen PT Pelindo IV Cabang Jayapura mengungkapkan akan ada ekspor 100 kontainer kayu dari Papua ke Tiongkok pada 10 April 2017. Hal ini akan menjadi ekspor langsung ketiga yang dilakukan melalui Pelabuhan Jayapura.

"Ada 100 kontainer kayu olahan dengan masing-masing container berisi 18 meterkubik yang akan diekspor ke negara tujuan dari tiga eksportir yakni PT Mansinam Global Mandiri, PT Irian Utama dan PT Sijas," ujar Manager Pelayanan Barang dan Aneka Usaha PT Pelindo IV Cabang Jayapura, Belthasar Uniwally, di Jayapura, Minggu.

Ia mengungkapkan kini seluruh administrasi yang dibutuhkan untuk mengekspor kayu olahan ke Tiongkok tengah dilakukan. "Sementara proses melengkapi dokumen pra ekspor," katanya.

Mengenai pemilihan 10 April 2017 sebagai waktu pengiriman, menurutnya hal tersebut dilakukan untuk memperingati empat tahun kepemimpinan Lukas Enembe dan Klemen Tinal sebagai gubernur dan wakil gubernur Papua.

"Kami sebagai mitra kerja Pemprov Papua juga ingin bersumbangsih pada peringatan tersebut. Kami akan terus berupaya agar ada ekspor langsung secara berkelanjutan dari Papua, tidak hanya pada komoditi kayu olahan," ujar Baltashar.

Ia juga sempat mengungkapkan Pelindo tengah mendorong para pengepul kakao untuk bisa menjadi eksportir komoditi tersebut agar dampak langsung keperekonomian Papua bisa lebih signifikan.

"Sebenarnya kami sudah menjajaki untuk produk kakao agar bisa diekspor. Sementara kami bersama Dinas Perkebunan Provinsi Papua sedang mendata pengumpul untuk menentukan apakah dia bisa jadi eksportir atau tidak," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk menjadi eksportir para pengepul harus memenuhi bebebrapa persyaratan administrasi hingga pada sisi kualitas produk yang akan di ekspor.

"Untuk menjadi eksportir dia harus mengurus nomor induk kepabeanan (NIK) di bea cukai. Tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dia urus untuk mendapat NIK untuk bisa mengekspor kakao, disamping mengenai kualitas yang ditentukan oleh Sukopindo," kata dia. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :