Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 13 April 2017

Wacana Cenderawasih dan Noken jadi Ikon Tanah Papua

loading...
Wacana Cenderawasih dan Noken jadi Ikon Tanah Papua
KOTA JAYAPURA - Dinas Pengelola Lingkungan Hidup (DPLH) Provinsi Papua merekomendasikan Burung Cenderawasih dan tas khas Papua, Noken sebagai ikon dari Bumi Cenderawasih.

Kepala Dinas Pengelola Lingkungan Hidup Provinsi Papua Noak Kapisa, di Jayapura, Kamis mengatakan, untuk dua ikon ini pihaknya sudah menganggarkan tahun ini untuk mempersiapkan naskah akademik dan draft ranperdanya.

"Tentunya nanti akan bekerja sama dengan ISBI Papua karena ini merupakan idenya dan Dinas Kebudayaan serta melibatkan banyak masyarakat," katanya.

Menurut Noak, jika dilihat dari berbagai aspek, burung cenderawasih menonjolkan segi keanekaragaman hayati dan noken dari segi budaya.

"Untuk itu kami berharap semua pihak dapat berpartisipasi dan bergabung dalam pengembangan ekonomi kreatif dengan basis keanekaragaman hayati dan budaya," ujarnya.

Dia menjelaskan kedua segi ini berbasis kekayaan alam yang dimiliki Provinsi Papua sehingga terus didorong oleh pihaknya.

"Gubernur Papua menginginkan agar sektor lain dapat bergerak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis keanekaragaman hayati dan budaya ini terus didorong," katanya lagi.

Dia menambahkan ke depan jika pengembangan sektor ekonomi kreatif melalui basis keanekaragaman hayati dan budaya ini bergerak maka dapat menekan tingkat kemiskinan dengan menciptakan lapangan kerja. (antara)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...