Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 21 April 2017

Yan Pieter Reba dan Lukas Sadipun Minta Warga Wamena Tidak Palang Jalan

Yan Pieter Reba dan Lukas Sadipun Minta Warga Wamena Tidak Palang Jalan
WAMENA (JAYAWIJAYA) - Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba dan Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Lukas Sadipun langsung menemui kelompok warga yang melakukan aksi palang di Jalan Irian, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, karena mengganggu arus lalu lintas.

Setelah menemui kelompok warga yang palang jalan, pada Jumat, Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba mengatakan pihaknya telah meminta warga untuk tidak melakukan hal itu, dan akhirnya mereka bersedia membuka palang.

Menurut dia, warga memalang jalan itu karena mereka terkena dampak dari luapan air setelah hujan yang terjadi pada Kamis (20/4) pukul 03.30 - 05.20 WIT.

"Mereka tidak terima karena selokan di sana tidak diperbaiki (ditinggikan) sehingga air selalu meluap ke perumahan, akhirnya mereka lakukan aksi palang dengan menebang dua batang pohon guna menghalangi kendaraan yang lalu lalang, tetapi palang itu sudah dibuka," kata Yan Reba.

Menurut kapolres, sudah dibangun koordinasi juga dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan penanganan sementara sebab bahan makanan warga seperti beras ikut terendam air.

Setelah memantau permukiman warga, kata dia, memang dinas terkait perlu menindaklanjuti keluhan warga dengan melakukan perbaikan saluran air, sebab jika tidak maka setiap hujan pasti masyarakat terkena dampak.

"Saya rencanakan besok kami akan lakukana operasi terpadu Polri dan TNI serta masyarakat untuk mengantisipasi akibat banjir itu," katanya.

Berdasarkan informasi dari anggota kepolisian, lanjut dia, beberapa ruas jalan di pusat kota juga tergenang air akibat sampah menutupi saluran air dan diharapkan warga ikut menjaga kebersihan dengan selalu membuang sampah pada tempatnya.

Sebelum aksi palang jalan itu diakhiri, puluhan anak-anak, pemuda dan orang tua menduduki badan jalan.

Setelah di gelar pertemuan, masyarakat ikut membantu aparat kepolisian dan TNI untuk membersihkan batang pohon dan ranting-ranting yang ditebang untuk memalang jalan. (antara)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :