Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 31 May 2018

Kabupaten Nabire Miliki Angka Kasus HIV Dan AIDS Tertinggi

loading...
Kabupaten Nabire Miliki Angka Kasus HIV Dan AIDS TertinggiJAYAPURA - Dinas Kesehatan Provinsi Papua merilis angka kasus HIV dan AIDS di Provinsi Papua, tertinggi di Kabupaten Nabire.

Dimana, jumlah kasus di kabupaten tersebut kini telah menembus angka 6.500 lebih. Selanjutnya diikuti Kota Jayapura sebagai ibukota provinsi serta Mimika dan Wamena yang angkanya tak jauh beda.

Kendati demikian, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai menyebut tingginya angka penderita HIV dan AIDS di Nabire, dikarenakan wiayah tersebut kini menjadi daerah rujukan dari kabupaten lainnya.

“Sehingga kalau ada temuan kasus HIV maka datanya terhitung masuk di Kabupaten Nabire. Hanya memang tak dipungkiri juga kalau perilaku seks menyimpang dari masyarakat Nabire sendiri menjadi pemicu utama meningkatnya penyebaran virus mematikan itu di kabupaten tersebut,” ucap Aloysius kepada pers di Jayapura, kemarin.

Sementara menyoal Penyebaran HIV/AIDS secara umum di Provinsi Papua, dia katakan, hingga Mei 2018, jumlah pengidap HIV tembus 35 ribu orang. Dimana pada sebelumnya jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 32 ribu lebih sejak Desember 2017 lalu. Dengan demikian terlihat ada peningkatan yang sangat signifikan.

“Kita akui ada peningkatan yang cukup signifikan karena masyarakat semakin menyadari dengan sendirinya datang untuk melakukan tes VCT guna mendeteksi resiko tertularnya virus mematikan tersebut”.

“Dilain pihak. masyarakat juga sudah menyadari dan melihat keluarganya yang terinfeksi langsung mengntarkan untuk mengkonsumsi obat antiretrovirus (ARV) secara teratur tanpa terputus supaya lebih sehat,” jelasnya.

Sementara sebagai upaya penanggulangan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua melalui petugas di lapangan terus mendatangai masyarakat yang sudah terinfeksi dengan memberikan obat ARV.

Pihaknya pun berupaya agar pengidap HIV tak dengan sengaja menyebarkan virus mematikan kepada yang lainnya. “Selain itu, kita jaga terus jangan sampai yang sudah terinveksi HIV sampai menuju ke AIDS. Sebab kalau sudah positif AIDS maka yang bersangkutan hanya tinggal menunggu kematian,” pungkasnya. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...