Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 18 August 2018

Pemprov Papua Dorong Swasta Sediakan Listrik Bagi Warga di Perkampungan

loading...
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendorong pihak swasta untuk dapat menyediakan listrik bagi warga yang tinggal di daerah perkampungan, lebih khusus bagi yang belum menikmati energi kelistrikan.

Hal demikian disampaikan Penjabat Gubernur Papua Soedarmo di Jayapura, kemarin.

Menurut dia, baru-baru ini pihaknya telah meninjau pembangunan sumber energi listrik dari matahari yang dikerjakan oleh pihak swasta di wilayah Kabupaten Jayapura. Pihaknya mengapresiasi upaya itu, sebab sangat membantu masyarakat setempat karena harganya lebih murah dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Makanya, hal seperti ini yang harus kita dorong kedepan. Sehingga diharapkan seluruh Papua nantinya akan bisa nikmati listrik yang disiapkan pemerintah. Tapi kalau misalnya pemerintah terlambat, mungkin bisa siapkan listrik melalui kerja sama dengan pihak swasta.”

“Ini kita harap bisa terjadi di daerah yang selama ini belum ada penerangannya,” akunya.

Sebelumnya, program listrik masuk desa diharapkan mampu menerangi seluruh kampung yang ada di Papua. Kedanti demikian program tersebut masih dilakukan secara bertahap oleh pihak PLN.

Sekda Papua Hery Dosinaen dalam satu kesempatan menilai positif program listrik masuk desa. Meski demikian, agar program ini berdampak positif, perlu ada sosialisasi kepada masyarakat agar keberadaan listrik di kampung tersebut tak sia-sia.

“Karena sebelumnya sistem ini sudah pernah dibuat namun kuarang berhasil. Pertama karena, dijual juga kembali oleh masyarakat listriknya, sebab sudah kasus seperti begitu.”

“Kedua, karena masalah pemeliharaan yang tentunya masyarakat kampung, belum tahu dan mengerti soal pemeliharaan. Bahkan kemarin, kalau mati atau rusak dibiarkan begitu saja,” ujar dia. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :