Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 16 October 2018

Doren Wakerkwa Warning SKPD Provinsi Papua dengan Daya Serap Rendah

loading...
Doren Wakerkwa Warning SKPD Provinsi Papua dengan Daya Serap Rendah
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Asisten Bidang Pemerintah Sekda Papua, Doren Wakerkwa, SH kembali mengingatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua agar dapat menjadi perhatian serius terhadap daya serap anggaran.

“Serapan APBD 2018 kurang maksimal, kepala dinas dan kepala badan tolong ini menjadi perhatian,” tegas Doren Wakerkwa dalam arahannya pada apel pagi di halaman Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin (15/10).

Menurutnya, masih minimnya daya serap SKPD ini, disebabkan beberapa faktor seperti pekerjaan fisik di lapangan belum berjalan maksimal. Hal ini yang menyebabkan daya serap masih dibawah standar, oleh karena itu kepala dinas terkait dapat melakukan evaluasi dengan baik secara internal.

“Kepala SKPD harus mempresentasikan semua kegiatan dinas yang saudara laksanakan dalam evaluasi monitoring meja,” tandasnya.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Noak Kapisa mengungkapkan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua diminta meningkatkan kinerja, pasalnya sampai saat ini daya serap anggaran rendah.

“Kita sekarang ada di triwulan ketiga. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, daya serap masih rendah baik APBD maupun APBN,” bebernya.

Untuk APBN, kata Noak Kapisa, daya serap untuk APBD masih sangat rendah atau masih dibawah 50 persen sekitar 27 sampai 29 persen. “Diminta kepada semua SKPD agar konsen dalam meningkatkan kinerja,” tegasnya.

Ia berharap program besar seperti pembangunan fisik dan administrasi keuangan itu harus rapi. Artinya, proyek pembangunan di lapangan itu harus sinkron antara penggunaan dana dan wujud fisik pembangunan.

“Terlebih, kita sekarang ketat dalam penggunaan anggaran yang memang sejatinya pun harus dilakukan secara disiplin. Makanya, perhatian ini yang harus menjadi catatan seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Papua, dalam hal proyek pembangunan maupun pelayanan kemasyarakatan,” jelasnya.

Namun dirinya percaya para kepala SKPD dapat meningkatkan kinerja dengan baik, dengan harapan penyerapan anggaran dapat memuaskan.

“Tentunya para kepala SKPD memberikan perhatian serius terhadap daya serap tersebut,” pungkasnya.  (diskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...