-->

Imam Nahrawi Khawatir Tiket Pesawat Terbang Pengaruhi PON XX 2020

Imam Nahrawi Khawatir Tiket Pesawat Terbang Pengaruhi PON XX 2020JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Mahalnya harga tiket penerbangan saat ini dikhawatirkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawhi, saat berkunjung ke Kota Jayapura, satu pekan yang lalu.

Jika (harga tiket) masih mahal hingga tahun depan, ia khawatir hal itu akan berpengaruh pada tingkat kunjungan atlet maupun official saat perhelatan Pekan Olahraga Nasiona XX 2020 di bumi cenderawasih.

“Tentu harapan kita jangan sampai karena tiket pesawat mahal, atlet tidak datang bertanding ke Papua. Ini berarti harus disiasati dan dipersiapkan dari sekarang,” terangnya pekan kemarin.

Menurut dia, masalah ini sangat penting untuk diselesaikan mengingat ribuan orang akan datang ke Papua untuk mengikuti serta menyaksikan perhelatan pesta olahraga nasional empat tahunan tersebut.

Oleh karenanya, ia memastikan bakal akan menggelar rapat khusus dengan Kementerian Perhubungan dan lembaga terkait lainnya, untuk membicarakan persoalan mahalnya harga tiket maupun transportasi untuk PON XX tahun 2020 di Provinsi Papua.

“Yang pasti masalah transportasi ini akan menjadi prioritas dalam sejumlah pembahasan dengan pihak terkait selain persiapan infrastruktur PON”.

“Makanya, sesampai kami di Jakarta akan ada rapat khusus (bersama Kemenhub) untuk bagaimana ada persiapan anggaran guna memberi kemudahan transportasi saat pelaksanaan PON nanti,” tegasnya.

Imam juga pada kesempatan itu, mengimbau pemerintah daerah agar menyiapkan anggaran sekaligus dan mempromosikan destinasi menarik di Papua, yang dapat dikunjungi wisatawan.

“Sehingga nanti orang datang ke papua bukan hanya melihat atletnya bertanding. Tetapi juga bisa melihat pariwisatanya,” pungkasnya. (DiskominfoPapua)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah