Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 10 July 2019

Osman Marbun Ungkap Jembatan Gantung Agats Mulai Dilalui Warga Asmat

loading...
Osman Marbun Ungkap Jembatan Gantung Agats Mulai Dilalui Warga AsmatJAYAPURA, LELEMUKU.COM - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional  XVIII Jayapura memastikan proyek pembangunan jalan beton dan jembatan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sudah rampung.

Menurut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional  XVIII Jayapura, Osman Marbun, jalan beton dan jembatan tersebut kini telah dilalui warga Agats, Kabupaten Asmat.

“Jembatan gantung dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter sudah mulai beroperasi. Memang masih ada beberapa pekerjaan kecil yang dikerjakan oleh pihak pengembang pekerjaan jalan beton dengan panjang jalan beton total 2,9 km serta lebar 4 meter”.

“Namun secara keseluruhan sudah bisa dilalui warga masyarakat di kampung kaye,” terang Osman Marbun.

Osman sebelumnya berkunjung ke Asmat guna melihat pekerjakan jalan beton yang menghubungkan Rumah Sakit Daerah, dan kini akan dibangun secara permanen oleh Pemda Asmat.

Ditambahkan Osman Marbun, pada tahun hingga ini, Kementrian PUPR pada direktorat Bina Marga dipastikan melanjutkan pembangunan jalan beton sepanjang  16 Km. Kemudian empat  buah jembatan gantung dengan panjang total 330 meter yang akan dibangun pada beberapa distrik di Kabupaten Asmat.

Salah satu warga di kampung kaye, Ignasius, 32 tahun, menyampaikan masyarakat di Kampung Kiye sangat bangga dengan keberadaan jembatan gantung serta jalan beton tersebut. Dimana sebelumnya, ia mesti menggunakan perahu untuk mengantar anaknya ke sekolah di Kampung Suru.

Diketahui, selain sering digunakan untuk jembatan penyeberangan oleh warga masyarakat di Kampung Kaye, sejumlah ASN pemda Agats pun melakukan memanfaatkan jembatan gantung tersebut.

Tak sampai disitu, jembatan tersebut kini digunakan sebagai tempat wisata dan berswafoto masyarakat Agats, bahkan dari luar wilayah. Jembatan ini diharapkan menjadikan ikon pariwisata Kabupaten Asmat. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...