Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 1 December 2019

Paulus Waterpauw Ungkap Situasi Papua pada 1 Desember Aman dan Terkendali

loading...
Paulus Waterpauw Ungkap Situasi Papua pada 1 Desember Aman dan TerkendaliJAYAPURA, LELEMUKU.COM – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengatakan, hingga 1 Desember 2019, situasi di Papua saat ini kondusif, aman dan terkendali, Minggu (01/12/2019).

“Tidak ada aktivitas yang menonjol yang terjadi hingga pukul 10.00,” ungkap Irjen Pol. Paulus Waterpauw di Jayapura.

Sebelumnya, Kapolda Papua tidak mengizinkan berbagai bentuk kegiatan masyarakat yang dikemas secara berkelompok untuk memperingati 1 Desember yang dianggap sebagai hari ulang tahun gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Polda Papua mengerahkan 1.300 personel untuk mengamankan 1 Desember. Sejumlah wilayah menjadi prioritas pengamanan terutama kawasan pegunungan tengah dan wilayah operasi PT. Freeport mengingat masih adanya kelompok kriminal bersenjata yang kerap mengganggu warga sipil dan aparat keamanan.

Hingga hari ini aktivitas masyarakat Kota Jayapura berlangsung normal.

Selain itu, Kepolisian Resor Manokwari, Papua Barat, mulai menangkapi orang yang kedapatan membawa bendera bintang kejora, simbol pergerakan Papua merdeka, menjelang peringatan 1 Desember. Pada 27 November 2019, delapan warga sipil ditangkap.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manokwari AKP. Musa Jedi Permana mengatakan bahwa pelaku pembawa bendera mengaku diajak oleh seseorang yang diduga aktor utama melalui selebaran yang dibagikan.

“Inisial aktornya AN. Kami sedang mencarinya,” tegas AKP. Musa pada Rabu, 27 November 2019 lalu. (HumasPolri)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...