Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 23 May 2020

Pemprov Papua dan DPRP Segera Bahas Raperdasus Penanganan Bencana Non Alam

loading...
JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Papua (DPRP) sepakat mendorong pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus) Penanganan Bencana Non Alam, yang diharapkan rampung dalam dua pekan mendatang.

Raperdasus tersebut diharapkan menjadi aturan baku atau pedoman bagi Pemprov Papua bersama kabupaten dan kota dalam menanggulangi penyebaran inveksi virus (penyakit) dengan penyebaran global, seperti Covid-19.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal usai rapat evaluasi penanggulangan Covid-19, yang dihadiri Forkompinda Papua serta Wakil Walikota Jayapura, Rabu (20/5/2020), di Swisbel Jayapura.

“Intinya kalau sudah ada Perdasus Penanganan Bencana Non Alam, jika terjadi pandemi seperti Covid-19, Provinsi Papua sudah punya aturan baku terkait upaya penanggulangannya,” terang ia.

Tak hanya itu, Perdasus tersebut nantinya ikut mengatur mengenai pembatasan aktivitas yang perlu dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, guna memutus laju penyebaran virus-virus penyakit.

Termasuk upaya penindakan terhadap masyarakat yang melanggar aturan pembatasan aktivitas, sebagaimana yang kini mulai diberakukan di seluruh Papua.

“Makanya, untuk supaya memutus laju penyebaran virus-virus satu saya minta agar semua masyarakat patuhi aturan. Contohnya saat ini ada aturan Jam 2 siang tidak boleh beraktivitas, makanya pulang dan istirahat di rumah”.

“Silahkan bekerja atau beraktivitas tidak dilarang tapi ingat bila keluar rumah jangan lupa pakai masker. Tapi setelah jam 2 selesai, walaupun ko masih kuat lebih baik saya kasih tau agar pulang kalau sayang anak dan istri di rumah,” pungkasnya.

Diketahui, hanya dalam lima hari, terjadi peningkatan signifikan jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Jayapura. Dimana sejak 16-20 Mei 2020, tercatat ada 119 pasien baru yang terpapar virus corona.

Dengan demikian, total kasus di Kota Jayapura sebanyak 204 orang dimana 167 pasien dalam perawatan, 32 orang dinyatakan sembuh, 5 orang meninggal.

Sedangkan ODP sebanyak 744 orang dan PDP 61 orang. Kota Jayapura juga melewati jumlah kasus di Mimika yang kini punya 153 kasus. (DiskominfoPapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...