Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 12 October 2020

Adli Food Merauke Menjadi Mentor Pembuatan Tepung Mocaf dan Abon Cabe di Kurik

loading...
Adli Food Merauke Menjadi Mentor Pembuatan Tepung Mocaf dan Abon Cabe di Kurik.lelemuku.com.jpg

MERAUKE, LELEMUKU.COM - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, bekerja sama dengan Adli Food Merauke telah melakukan workshop pengolahan hasil pangan lokal pembuatan Tepung Mocaf dan Abon Cabe di Distrk Kurik.

Founder Adli Food sekaligus Alumni Wirabangsa Kemenko PMK dan IBEKA, Yulita Sirken, S.TP melalui telepon seluler mengatakan, pelatihan tersebut bukan hanya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), juga sekaligus diberikan pelatihan dalam mengolah hasil panen yang melimpah.

Seperti diketahui bersama di Kabupaten Merauke pada saat panen raya untuk berbagai komoditas pertanian sering melimpah dan harga jual terlampau rendah.

"Untuk itu perlu adanya pelatihan pengolahan lanjutan ataupun cara pengawetan komoditas tersebut agar masyarakat tetap mendapatkan harga yang sebanding dengan biaya tanam dan perawatan yang dikeluarkan," tutur Yulita yang juga sebagai Pendamping Wirausaha Pemula Bagi Orang Asli Papua di Merauke.

Tujuan diadakan pelatihan ini, peserta dapat memahami pentingnya harus mengkonsumsi pangan yang B2SA, memahami pola makan B2SA yang disesuaikan dengan daya beli masing-masing keluarga.

Mengetahui bahwa pangan yang dikonsumsi bebas dari cemaran fisik, cemaran kimia, cemaran makrobiologi maupun mikrobiologi dan penggunaan bahan berbahaya yang dilarang untuk pangan. Mampu membuat olahan B2SA sesuai kebutuhan gizi yang diperlukan dalam keluarga.

Mengetahui penanganan pascapanen untuk memperpanjang umur simpan dan menjaga kesegaran dan harga jual dipasaran bisa dipertahankan, dan mengolah hasil panen menjadi produk yang laku jual sehingga petani tetap mendapat untung.

Peserta pelatihan melibatkan Kelompok Wanita Tani Mitra Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke, Kelompok Tani Bawang dan Cabe serta Kelompok tani pengolahan pangan lokal.

"Output dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam memproduksi, mengemas, dan memasarkan produk pangan lokal pada tingkatan skala rumah tangga maupun skala niaga," tandas Lita, usai pelatihan yang telah berlangsung tanggal 6-7 Oktober kemarin.(InfoPublik)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...