Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 23 November 2020

Mathius Pakhiri Sebut Boven Digoel, Pegbin, Yahukimo dan Waropen Rawan Pilkada

loading...
Mathius Pakhiri Sebut Boven Digoel, Pegbin, Yahukimo dan Waropen Rawan Pilkada.lelemuku.com.jpg

MERAUKE, LELEMUKU.COM – Wakapolda Papua Brigadir Jenderal Polisi Mathius D. Pakhiri mengungkapkan, bahwa ada 4 titik daerah rawan di Papua saat melaksanakan Pilkada serentak tahun 2020 menjadi atensi kepolisan saat ini.

Keempat daerah yang menjadi atensi kepolisian tersebut adalah Boven Digoel, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Waropen.

‘’Sebelumnya Kabupaten Merauke, tapi itu dibagian awal. Tapi sekarang potensi kerawannya tidak seperti pada awal pelaksanaan Pilkada,’’ kata Wakapolda Papua Mathius Pakhiri kepada wartawan sesaat sebelum meninggalkan Merauke, Selasa (10/11/2020).

Meski begitu, dirinya datang ke Merauke dan telah bertemu dengan para penyelenggara Pilkada yakni KPU dan Bawaslu untuk memastikan bahwa pelaksanaan Pilkada terutama tanggal 9 Desember 2020 besok berlangsung aman dan lancar.

‘’Jadi sekaligus melihat kesiapan Polres dalam menyiapkan rencana pengamanan termasuk rencana konstijensi,’’ katanya.

Sementara untuk Boven Digoel, lanjut dia, langsung ditinjau oleh Irwasda Polda Papua. Kabupaten Boven Digoel menjadi atensi atau perhatian dari Polda Papua.

Karena Pilkada di daerah tersebut memanas sehubungan dengan surat keputusan KPU RI yang memerintahkan KPU Provinsi Papua untuk kembali melakukan pleno ulang penetapan calon bupati Kabupaten Boven Digoel.

Dimana kemungkinan salah satu pasangan calon yang sedang mengikuti tahapan kampanye akan diskualifikasi oleh KPU yang diawali dengan pemberhentikan sementara 3 komisioner KPU Kabupaten Boven Digoel.

Diketahui, ketiga komisioner KPU Boven Digoel yang diberhentikan sementara tersebut karena menetapkan pasangan calon bupati yang kemungkinan akan didiskualifikasi pada Pilkada 2020 tersebut.

Menurut Wakapolda, untuk Boven Digoel tersebut sudah dilakukan tambahan kekuatan personel ke Boven Digoel untuk melakukan pengamanan.

‘’Kita sudah dorong 1 pleton kesana dan kita sedang siapkan 1 pleton lagi untuk kita kirim ke sana. Masih ada 100 personel dari Jakarta yang akan membackup yang nantinya akan distand by di Merauke,’’ jelasnya. Wakapolda menambahkan, dengan kehadiran pimpinan itu para kapolres  (infopublik)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...