Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 2 December 2020

DPRP Kutuk Keras Penembakan Pelajar dan Masyarakat di Puncak

loading...
DPRP Kutuk Keras Penembakan Pelajar dan Masyarakat di Puncak.lelemuku.com.jpg

JAYAPURA, LELEMUKU.COM – Menindaklanjuti aspirasi masyarakat Puncak terkait Kasus penembakan terhadap empat warga sipil di Kabupaten Puncak, Papua pada 19 November 2020 yang disampaikan kepada DPR Papua pada tanggal 25 November 2020, mendapat perhatian serius dan rasa keprihatinan serta duka yang mendalam atas tragedi kemanusiaan berupa penembakan yang kembali terjadi di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Puncak itu.

“Rasa prehatin ini, juga disertai rasa duka cita yang dalam atas meninggalnya 4 orang warga sipil diantaranya pelajar dan satu orang korban yang masih dirawat secara intensif karena cidera serius. Doa kami, semoga keluarga yang mengalami musibah ini, diberi kekuatan iman oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tegas Wakil Ketua III DPR Papua Yulianus Rumbairussy, SSos, MM didampingi Ketua Pansus Kemanusiaan DPR Papua, Feryana Wakerkwa,S.IP dan Anggota Pansus Kemanusiaan Paskalis Letsoin, SH, MH ketika menyampaikan Siaran Pers terkait Penembakan terhadap Pelajar dan Masyarakat Kabupaten Puncak Papua,Kamis (26/11/2020).

DPR Papua menurut Rumbairusy juga mengutuk tindakan penembakan yang mengakibatkan terjadinya korban meninggal dunia dan cedera serius yang dialami oleh warga yang terjadi di Belantara Lembaga antara Distrik Agandugume dan Distrik Gome Utara, Kabupaten Puncak, Papua.

”Atas nama lembaga kami mengutuk tindakan penembakan ini, terlepas siapapun pelakunya dan alasan apapun sangat tidak manusiawi dan melanggar norma hukum dan prinsip-prinsip HAM,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Rumbiarusy, DPR Papua meminta aparat Kepolisian RI, Komnas HAM RI Perwakilan Papua dan pihak terkait lainnya untuk melakukan investigasi secepatnya dan mengumumkan secara terbuka siapa aktor atau oknum pelaku penembakan tersebut dan langkah hukum selanjutnya yang akan dilakukan.

“DPR Papua sesuai tugas dan fungsi pengawasan akan mengawal proses ini hingga ada kejelasan atas insiden ini,” tegasnya.

Selain itu, kata Politisi PAN Papua ini, DPR Papua melalui Pansus Kemanusiaan akan mengunjungi korban yang mengalami musibah tersebut dan pemerintah daerah serta masyarakat setempat untuk mendapatkan keterangan atau informasi atas kejadian tersebut agar dapat memberi masukan kepada pihak yang akan mengambil langkah-langkah kongkrit, tegas dan pasti untuk penyelesaian yang adil dan bermartabat sesuai hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

“DPR Papua meminta semua pihak menahan diri dan tidak mengedepankan kekerasan, apalagi menggunakan senjata karena hal itu hanya akan membawa korban masyarakat sipil,” bebernya

Sementara itu, Ketua Pansus Kemanusiaan DPR Papua, Feryana Wakerkwa,S.IP mengatakan bahwa menindaklajuti kasus penembakan di Kabupaten Puncak, Papua, Pansus Kemanusiaan DPRP akan turun ke Puncak.

“Tim Pansus Kemanusiaan akan berkunjung ke Puncak, kami akan menemui keluarga korban, pemerintah daerah dan pihak terkait,” ungkapnya

Anggota Pansus Kemanusiaan DPR Papua, Paskalis Letsoin menambahkan, jika Pansus Kemanusiaan akan menemui sejumlah pihak, bukan dalam rangka investigasi.

“Kami hanya ingin mendengar keterangan dari berbagai pihak, terutama korban dan keluarga korban,” tutupnya (HumasDPRP)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...