Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 7 January 2021

Sempat Ada Aksi Saling Serang, Mediasi Kasus Temuan Mayat di Kali Wouma Berakhir Damai

loading...
Sempat Ada Aksi Saling Serang, Mediasi Kasus Temuan Mayat di Kali Wouma Berakhir Damai

WAMENA, LELEMUKU.COM – Mediasi kasus penemuan mayat di Kali Wouma sempat terjadi gesekan antara kedua belah pihak sehingga mengakibatkan aksi saling serang dari pihak korban kepada pihak pelaku, Selasa (05/01/2021) sore.

Penyelesaian masalah penemuan jenazah pada tanggal 22 November 2020 a.n. Imanus Wenda di Kali Wouma tersebut dilakukan secara adat dan dimediasi oleh Polres Jayawijaya, namun saat mediasi berlangsung kelompok masyarakat yang berada di luar Polres Jayawijaya tiba-tiba melakukan aksi saling serang.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM menyatakan bahwa kedua kelompok masyarakat yang berada di luar Polres merupakan bagian dari masyarakat yang sedang menyelesaikan masalah di Polres namun dibatasi jumlahnya mengingat masih dalam masa pandemi sehingga hanya perwakilan saja yang dapat masuk ke dalam halaman Polres Jayawijaya.

Lanjutkan Kapolres, saat mediasi sedang berlangsung kelompok dari pihak korban yang ada di luar Polres melakukan penyerangan kepada pihak pelaku sehingga terjadi aksi saling serang, namun pihak Polres langsung melakukan antisipasi untuk melerai pertikaian tersebut dan akhirnya massa berhasil dikendalikan dan diminta untuk kembali ke rumah masing-masing dengan pengawalan kepolisian.

“Akibat kejadian tersebut terdapat dua orang mengalami luka akibat terkena panah dan sudah mendapatkan perawatan medis, untuk penyelesaian masalah tersebut kedua belah pihak telah sepakat dan pembayaran denda adat sudah dilakukan sehingga kedua belah pihak sepakat untuk berdamai,” terang Kapolres.

Kapolres juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk dapat menahan diri karena penyelesaian adat ini merupakan budaya adat masyarakat dan dari pihak kepolisian hanya memfasilitasi sehingga dirinya mengajak untuk bersama-sama menjaga stabilitas Kamtibmas di Jayawijaya agar tetap kondusif dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.(Humaspolresjayawijaya)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...