Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 25 January 2021

Yan Yaap Ormuseray Ungkap Programkan Penanaman 5.000 Bibit Mangrove di Provinsi Papua

loading...
Yan Yaap Ormuseray Ungkap Programkan Penanaman 5.000 Bibit Mangrove di Provinsi Papua.lelemuku.com.jpg

JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) pada tahun ini memprogramkan penanaman 5.000 bibit mangrove di sejumlah wilayah di Provinsi Papua.

Ada tiga kabupaten yang menjadi sasaran program Kementerian LHK bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Papua tersebut. Yakni Kabupaten Waropen, Merauke dan Jayapura. Sementara tujuan penanaman bibit tersebut dalam rangka pengentasan kemiskinan di tengah pandemi COVID-19.

“Penanaman bibit mangrove sudah menjadi program dari dari Kementerian LHK untuk Papua tahun ini dimana da 5.000 bibit untuk ditanam di tiga kabupaten. Tentunya penanaman ini untuk merehablitasi hutan mangrove di seluruh wilayah Papua. Namun tahun ini terbatas pada tiga kabupaten,” terang Kepala Dinas Kehutanan Papua Yan Yaap Ormuseray, di Jayapura, Senin (25/1/2021).

Pada kesempatan itu, ia meminta dukungan semua pihak agar bisa mensukseskan program penanaman bibit mangrove tersebut. Sebab program rehabilitasi hutan Papua saat ini menjadi hal yang penting untuk digalakkan.

Selain program Kementerian LHK, sambung Ormuseray, Dinas Kehutanan Papua juga memiliki program serupa. Hanya saja, ia masih menunggu penyerahan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA), untuk selanjutnya menentukan jumlah bibit pohon yang bakal ditanam.

“Intinya, nanti dari DPA itu bisa dilihat berapa banyak pohon yang akan ditanam untuk rehabilitasi hutan dan lahan di seluruh Papua,” katanya.

Kendati demikian, Ormuseray katakan sebenarnya upaya rehabilitas hutan tak hanya menjadi tugas Kementerian LHK dan Dinas Kehutanan Provinsi Papua.  

Namun, rehabilitasi hutan dan lahan sebenarnya bukan tanggung jawab Pemerintah Daerah saja, Ada pula BPDASHL Mamberamo yang memiliki tupoksi lebih rutin melakukan rehabilitasi hutan. (diskominfopapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...