Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 3 April 2021

Inilah Alasan Lukas Enembe ke Papua New Guinea via Jalan Tikus

loading...

JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Gubernur Lukas Enembe pada Jumat (2/4/2021) pukul 11.28 WIT siang dideportasi Vanimo, Provinsi Sandaun, Papua New Guinea (PNG) lantaran tidak memiliki dokumen resmi dan disebut tinggal secara ilegal.

Enembe yang menggunakan kaos biru kelam dengan topi hitam kembali secara resmi melalui tapal batas RI-PNG melewati titik nol dengan menumpang mobil Konsulat RI-PNG Vanimo kemudian berpindah ke mobil Toyota Fortuner warna hitam yang masuk hingga ke kawasan batas antar-negara.

Sambil didampingi sejumlah orang dekatnya seperti petinggi Partai Demokrat Rifai Darus, Kepala Badan Perbatasan Provinsi Papua Suzana Wanggai dan Konjen RI-PNG, Allen Simarmata, Lukas Enembe menyatakan bahwa kepergiannya ke Sandaun hanya untuk melakukan terapi syaraf.

“Iya, saya pergi untuk berobat. Saya mau sehat, saya mau mati,” katanya menjawab pertanyaan wartawan secara pelan.

Ia mengakui telah melakukan kesalahan denganh melintasi perbatasan negara melalui jalur yang tidak resmi, namun hal itu telah disampaikan kepada Konjen RI-PNG di Vanimo ketika tiba di sana.

“Saya memang salah. Saya masuk secara ilegal ke PNG. Saya naik ojek dari Pasar Skouw kearah perbatasan,” katanya.

Menurut informasi yang dihimpun, Gubernur Enembe bersama 2 kerabatnya yakni Hendrik Abodondifu dan Eli Wenda, pada Rabu (31/03/2021) sore menyeberang ke Vanimo melewati jalur tradisional tanpa dilengkapi dokumen diri hingga pada akhirnya dideportasi oleh imigrasi negara tetangga tersebut. (Noci)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...