-->

Inilah Alasan Lukas Enembe ke Papua New Guinea via Jalan Tikus


JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Gubernur Lukas Enembe pada Jumat (2/4/2021) pukul 11.28 WIT siang dideportasi Vanimo, Provinsi Sandaun, Papua New Guinea (PNG) lantaran tidak memiliki dokumen resmi dan disebut tinggal secara ilegal.

Enembe yang menggunakan kaos biru kelam dengan topi hitam kembali secara resmi melalui tapal batas RI-PNG melewati titik nol dengan menumpang mobil Konsulat RI-PNG Vanimo kemudian berpindah ke mobil Toyota Fortuner warna hitam yang masuk hingga ke kawasan batas antar-negara.

Sambil didampingi sejumlah orang dekatnya seperti petinggi Partai Demokrat Rifai Darus, Kepala Badan Perbatasan Provinsi Papua Suzana Wanggai dan Konjen RI-PNG, Allen Simarmata, Lukas Enembe menyatakan bahwa kepergiannya ke Sandaun hanya untuk melakukan terapi syaraf.

“Iya, saya pergi untuk berobat. Saya mau sehat, saya mau mati,” katanya menjawab pertanyaan wartawan secara pelan.

Ia mengakui telah melakukan kesalahan denganh melintasi perbatasan negara melalui jalur yang tidak resmi, namun hal itu telah disampaikan kepada Konjen RI-PNG di Vanimo ketika tiba di sana.

“Saya memang salah. Saya masuk secara ilegal ke PNG. Saya naik ojek dari Pasar Skouw kearah perbatasan,” katanya.

Menurut informasi yang dihimpun, Gubernur Enembe bersama 2 kerabatnya yakni Hendrik Abodondifu dan Eli Wenda, pada Rabu (31/03/2021) sore menyeberang ke Vanimo melewati jalur tradisional tanpa dilengkapi dokumen diri hingga pada akhirnya dideportasi oleh imigrasi negara tetangga tersebut. (Noci)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah