Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 13 April 2021

Kompleks Stadion Lukas Enembe Sentani Siap Ditata Usai Urusan 13 KK Beres

loading...
Kompleks Stadion Lukas Enembe Sentani Siap Ditata Usai Urusan 13 KK Beres.lelemuku.com.jpg

JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Tugas berat Pemerintah Provinsi Papua dalam mempersiapkan pelaksanaan PON XX 2021 yang tinggal menghitung hari, kini jadi semakin ringan.

Dimana rencana penataan kawasan Stadion Lukas Enembe yang sempat terhambat tuntutan biaya pengganti atas bangunan, saat ini sudah beres.

Uang tunai sekitar Rp2,5 miliar menjadi biaya pengganti atas bangunan dan tanaman tumbuh di dalam kawasan komplek stadion kepada 13 kk tersebut.

Penyerahan secara simbolis diberikan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua Alexander Kapisa, Selasa (30/3/2021) di Kantor Dinas Otonom, Kotaraja, Jayapura.

“Sudah diserahkan uang pengganti kepada 13 kk ini dan sudah juga bersepakat bahwa mereka akan meninggalkan rumahnya di kawasan Stadion Lukas Enembe, dengan jangka waktu paling lambat 2 minggu dari hari ini (30 Maret 2021)”.

“Sehingga kita harap teman-teman APBN (kementerian terkait), secepatnya melakukan penataan kawasan,” terang Alexander kepada wartawan.

Alexander mengaku sangat gembira persoalan itu bisa tuntas, sebab sebelumnya melalui proses diskusi yang cukup rumit, alot dan panjang, namun tetap mengedepankan asas kekeluargaan (persuasif).

Meski sebenarnya, ada regulasi (tanpa biaya pengganti) yang dapat dilakukan terhadap 13 kk tersebut, mengingat mereka menempati tanah milik Pemda.

“Kendati demikian kita tetap kedepankan cara persuasif, sehingga setelah sepakat dengan biaya kita buat indikator untuk membayar. Sehingga saat selesai membayar tidak ada konsekuensi hukum menanti,” ujar ia.

Sementara tiap KK mendapatkan biaya pengganti sesuai indikator yang sudah diatur pemerintah. Dengan demikian, setiap kk akan biaya pengganti yang berbeda-beda.

Agustinus Buiney, salah satu warga mengapresiasi perhatian Dinas Olahraga dan Pemuda Papua.

“Kami sangat berterima kasih untuk bantuan biaya pengganti ini. Dan meski harus keluar dari rumah, kami sebenarnya bangga bisa membantu penyelenggaraan PON,” ucapnya. (diskominfopapua)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...