Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 4 May 2021

Zainudin Amali Pastikan Fokus Kemenpora Atas Persiapan PON XX Papua

loading...
Zainudin Amali Pastikan Fokus Kemenpora Atas Persiapan PON XX Papua.lelemuku.com.jpg

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tinggal menghitung bulan. Pembangunan venue pertandingan hampir 100%. Transportasi dan penginapan menjadi fokus perhatian.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali bertemu Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pertengahan bulan lalu. Mereka membahas persiapan PON Papua 2021 di Ruang Delegasi Ketua DPD RI itu.

Zainudin menyampaikan kemajuan persiapan penyelenggaraan PON Papua 2021 berdasarkan laporan Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Papua, termasuk persiapan akomodasi dan transportasi atlet di Kota dan Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke, yang hampir rampung.

Dalam kesempatan tersebut Zainudin memastikan, pembangunan venue pertandingan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua hampir 100%. Kini tinggal venue panahan, sepatu roda, dan dayung yang diperkirakan rampung pada April 2021. "Kontingen dari 34 provinsi telah menyatakan kesiapan mengikuti PON Papua 2021," kata Zainudin.

Menurutnya sekarang dibutuhkan dasar hukum baru Keppres dan Inpres 2020 menjadi 2021, isi tetap, hanya saja tahun berbeda. Keppres ini penting karena DIPA Kempora bisa berakibat temuan. “Dan Presiden sudah memberi arahan untuk segera diperbaiki," kata Zainudin dalam siaran persnya.

Adapun pelaksanaan PON Papua 2021 dengan atau tanpa penonton, ataukah dibatasi, masih dievaluasi dan dikoordinasikan. Hal ini merupakan pekerjaan panitia. Selain itu juga, keikutsertaan ofisial, atlet, hingga panitia harus sudah divaksinasi.

PON 2021 dijadwalkan berlangsung mulai 2 Oktober sampai 15 Oktober dengan Stadion Lukas Enembe Sentani, Kabupaten Jayapura, menjadi lokasi utama penyelenggaraan, dari upacara pembukaan sampai penutupan.

Informasi yang diperoleh PON XX Papua akan diikuti 6.484 atlet.  "Seluruh atlet berasal dari 34 provinsi di Indonesia," kata Panwasrah PON XX yang juga Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Suwarno.

Dalam PON XX ini total ada 37 cabang olahraga yang dipertandingkan, 56 disiplin cabang olahraga, dan 679 nomor pertandingan/perlombaan. "Jumlah kuota atlet sudah final setelah pembahasan Technical Handbook (THB) PON XX 2021 Papua," ujar Suwarno.  Kepastian jumlah atlet ini bisa digunakan untuk bidang akomodasi, konsumsi, dan trasnportasi.

Sementara itu, informasi terkini dari Bidang Pertandingan PB PON Papua Olof Monim menunjukkan ada 21.338 orang total peserta dan perangkat pertandingan PON yang akan datang ke Papua.

Lantas, ada empat klaster berdasarkan cabang olahraga pada PON 2021.  Klaster itu adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke. Klaster Kota Jayapura menjadi lokasi 15 cabang olahraga dengan 21 nomor disiplin. Selanjutnya, klaster Kabupaten Jayapura menjadi tempat 14 cabang olahraga dan 22 nomor disiplin.

Klaster Mimika akan mempertandingkan 9 cabang olahraga dan 12 nomor disiplin. Terakhir, klaster Merauke akan mempertandingkan 6 cabang olahraga dengan 6 disiplin cabang olahraga.

Belum lama ini Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Papua merilis 37 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada PON XX 2020. 37 cabor tersebut di antaranya aerosport, akuatik, anggar, angkat berat, atletik, baseball, bermotor, biliard, bola basket, bola tangan, bola voli, bulutangkis, catur, cricket, dayung, gulat, hockey, judo, karate, kempo, layar, menembak, muaythai, panahan, panjat tebing, pencak silat, rugby, selam, senam, sepak bola, sepak takraw, sepatu roda, taekwondo, tarung drajat, tenis, tinju, dan wushu.

Untuk klaster di Kabupaten Mimika, ada beberapa cabor yang dipertandingkan di antaranya aeromodeling, terbang layang, terjun payung, atletik, bola basket (5x5), bola basket (3x3), billiard, panjat tebing, futsal, bola tangan, judo, dan tarung drajat.

Untuk di Kabupaten Merauke ada cabor bermotor, catur, gulat, kempo, wushu, anggar, dan sepakbola (putri) dan di Kabupaten Jayapura ada cabor gantole, paralayang, loncat indah, renang, renang artistic, polo air, hoki outdoor, hoki indoor, baseball, softball, senam aerobic, senam artistic, muaythai, karate, rughby, menembah, dan cricket.

Di Kota Jayapura di antaranya, renang perairan terbuka, angkat besi, angkat berat, binaraga, baseball, softball, panahan, voli indoor, voli pasir, candeing-sprint, rowing, traditional boat race, layar, taekwondo, pencak silat, selam kolam dan laut, sepak takraw, sepatu roda, sepak bola (putra), tenis, bulutangkis, dan tinju.

Kemenpolhukam Siapkan Hercules


Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI (Kemenko Polhukam) menyatakan siap membantu akomodasi pelaksanaan PON XX Papua, pada Oktober 2021.  Bantuan dimaksud dengan menginstruksikan lembaga setingkat kementerian di bawahnya untuk mendukung transportasi serta tempat penginapan terapung bagi atlet dan ofisial dari seluruh provinsi.

Kemenpolhukam akan membantu menyediakan alat transportasi pesawat Hercules bagi atlet dan ofisial yang membawa alat kelengkapan dan kapal untuk menjadi hotel terapung di Papua.

Sementara itu, Panitia Besar Bidang Akomodasi PON Papua terus fokus mempersiapkan akomodasi bagi peserta PON XX yang akan hadir pada perhelatan event empat tahunan itu, dengan menginventarisasi seluruh akomodasi yang tersedia seperti hotel berbintang hingga melati. Termasuk akomodasi milik pemerintah, yayasan, dan swasta.

Dalam jumpa pers bersama awak media di Jakarta, Kamis (29/4/2021), Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Pusat TB Adi Lukman mengatakan, pihaknya telah bertemu Direktur Utama Garuda Indonesia. Kedua pihak membahas kemudahan yang bisa diperoleh kontingen PON.

“Untuk atlet dan ofisial dari 34 KONI provinsi yang akan berangkat mengikuti PON akan diberikan diskon 15%. Kemudian extra weight 5kg, dan peralatan olahraga otomatis 23kg free,” kata TB Adi Lukman.

Lebih jauh, TB Adi Lukman juga mengatakan Garuda siap menambah jumlah penerbangan dan menyediakan pesawat charter jika diperlukan selama event PON Papua. Kerja sama ini diharapkan bisa menyukseskan pesta olahraga terbesar di Indonesia yang berlangsung tahun ini.

PUPR Bangun Rusun

Sedangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun lima unit tower atau rumah susun (Rusun) untuk mendukung akomodasi dalam pelaksanaan PON XX Papua, pada Oktober 2021.

Sebelumnya, Kementerian PUPR di bawah Dirjen Penyediaan Perumahan telah membangun 10 unit rusun tipe 36, tipe 45, dan tipe pondok pesantren atau asrama, pada 2019. Kini, jumlah keseluruhan rusun yang disiapkan untuk para atlet maupun ofisial tim sebanyak 15 rusun. Seluruh pelayanan dan fasilitas yang ada di semua rusun akan setara dengan hotel bintang tiga. Dengan jumlah rusun dan kamar sebanyak itu, maka kami perkirakan dapat menampung sekitar 1.864 orang. "Seperti Polda Papua, Pemerintah Provinsi Papua dan beberapa perguruan tinggi. Selanjutnya mereka yang mengelola dan merawatnya," ujar Soltief.

Terkait kesiapan akomodasi, Ketua Harian Pengurus Besar (PB) PON XX Papua Yunus Wonda memastikan bahwa jumlah tempat tidur dan penginapan yang tersedia mencukupi untuk menampung 6.496 atlet dan 3.247 orang ofisial.

Hasil perhitungan PB PON di klaster Kota Jayapura, ketersedian tempat tidur di hotel dan penginapan mencukupi untuk 8.000 orang atlet dan ofisial. Bahkan diperkirakan terdapat kelebihan 2.000 tempat tidur. Di klaster Kabupaten Jayapura dibutuhkan 300 hingga 400 tempat tidur lagi, namun bisa teratasi. Sedangkan kebutuhan tempat tidur di klaster Mimika dan Merauke tercukupi. (Kominfo)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...