Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 2 June 2021

Teroris 2 Kali Coba Bunuh Uskup Agung Merauke, Petrus Canisius Mandagi

loading...

AMBON, LELEMUKU.COM - Kelompok teroris di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua berencana melakukan upaya pembunuhan terhadap Uskup Agung Merauke, Mgr Petrus Canisius Mandagi

Menurut informasi yang dihimpun Lelemuku.com pada Rabu 2 Juni 2021. Pemimpin tertinggi umat Katolik di Keuskupan Agung Merauke (KAM) tersebut tercatat telah 2 kali alami percobaan teror.

"Perihal percobaan pembunuhan terhadap Bapa Uskup oleh para Teroris di Merauke yang sempat viral akhir Mei 2021 kemarin, kini Bapa Uskup telah menyampaikan cerita singkat kronologi atas peristiwa tersebut," tulis akun facebook resmi Keuskupan Amboina dalam rilis mereka. 

Dikatakan, informasi ini disampaikan guna memberi kejelasan atas simpang siur akibat penafsiran pribadi yang beredar beberapa hari ini.

"Mari bersama kita mohon kepada Allah dan Bunda Gereja yang kudus agar senantiasa melindungi Bapa Uskup dalam tugas dan karya penggembalaannya," tulisnya.

Uskup Mandagi dalam laporan singkat kronologinya kepada Kardinal Gereja Katolik Roma di Indonesia, Kardinal Julius Riyadi Darmaatmadja, S.J. mengatakan ada 2 kali upaya pencobaan tersebut.

Pertama pada tanggal 1 Januari 2021 saat dirinya baru menjabat sebagai Uskup Agung Merauke.

"Seorang teroris sudah menunggu saya di rumah uskup, ditemui oleh Pastor John Kandam pr sekretaris uskup. Teroris dengan ransel bom berpura-pura mencari tempat kost, padahal dia menunggu kedatangan uskup di rumah keuskupan. Syukurlah saya tidak langsung datang ke rumah keuskupan tapi dibawah oleh umat yang menjemput saya ke Buti, tempat misionaris pertama mendarat dan tempat penguburan pastor dan biarawati," tutur dia.

Uskup melanjut, rencana pembunuhan kedua adalah pada hari Minggu, 30 Mei 2021 saat misa di Katedral Merauke.

"Teroris itu akan meledakkan diri bersama uskup. Tetapi teroris itu mengurungkan diri karena saya tidak ada saat misa. Saat itu saya ada di Kepi, Kabupaten Mappi untuk melayani misa di Saba. Syukurlah teroris itu tertangkap," ujarnya sambil mengucapkan syukur dan mengajak agar semua umat agar selalu berdoa sambil menjaga keamanan dan ketertiban negara. (Albert Batlayeri)

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...