-->

DP3A Kota Sorong Gelar Workshop Pembentukan Kelompok Kerja dan Vocal Point PUG


SORONG, LELEMUKU.COM - Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Sorong, menggelar Workshop Pembentukan Kelompok Kerja dan Vocal Point Pengarusutamaan Gender (PUG) Kota Sorong Tahun 2023, yang dilaksanakan di Hotel Waigo selama satu hari, yakni Rabu (25/10/2023).

 Ketua Panitia yang juga Plt. Kepala DP3A Kota Sorong, Yulinda Mosso, S.E dalam laporannya mengatakan, PUG adalah proses untuk menjamin perempuan dan laki-laki mempunyai akses dan kontrol terhadap sumber daya, memperoleh manfaat pembangunan dan pengambilan keputusan yang sama di semua tahapan proses pembangunan, serta seluruh program serta kebijakan pemerintah.

 Kesetaraan gender dalam kebijakan pembangunan menjadi indikator yang cukup signifikan, karena hal tersebut akan memperkuat kemampuan negara untuk berkembang, mengurangi kemiskinan, dan secara efektif.

 “Pelaksanaan integrasi PUG ke dalam siklus perencanaan dan penganggaran di Kota Sorong, diharapkan dapat mendorong pengalokasian sumber daya pembangunan menjadi lebih efektif, dapat dipertanggungjawabkan, dan adil dalam memberikan manfaat pembangunan bagi seluruh penduduk kota Sorong, baik laki-laki maupun perempuan,” kata Plt. Kepala DP3A Kota Sorong.

 Sementara itu, Penjabat Wali Kota Sorong yang diwakili Staf Ahli (Sahli) Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Amos Kareth, S.H menegaskan, workshop tersebut merupakan aspek yang sangat penting dan harus direspon dalam setiap aktivitas, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan.

 Alasannya, gender merupakan salah satu isu global yang telah disepakati dunia, bahwa semua laki-laki dan perempuan dapat dilibatkan secara optimal dalam peran pembangunan, dengan mengedepankan prinsip-prinsip kesetaraan sebagai salah satu komitmen pembangunan. Pada akhirnya, keadilan gender harus mewarnai setiap kebijakan maupun pelaksanaan pembangunan Kota Sorong.

 “Untuk diketahui, kondisi kesetaraan gender di Kota Sorong sudah baik, namun masih perlu untuk terus dilakukan penanganannya. Data BPS tahun 2022, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Sorong berada pada angka 91,87%, dan secara nasional 91,63%,” urai Sahli.

 Dari angka tersebut, sambungnya, mengartikan bahwa Kota Sorong berada diatas rata-rata nasional. Untuk indeks pemberdayaan  gender berada pada angka 69,67%. Sementara angka secara nasional adalah 76,59%, dan Kota Sorong berada dibawah angka tersebut.

 Indeks ketimpangan gender Kota Sorong yaitu angka 0,454. kondisi ini menjadi salah satu penyebab karena masih banyaknya pemahaman yang tidak tepat tentang keadilan gender itu sendiri di masyarakat, maupun di kalangan aparat.

 Menurutnya, pembangunan yang memanusiakan manusia adalah pembangunan yang dapat memberi peran adil kepada siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki, anak-anak maupun yang tua, dan juga kepada yang normal maupun yang berkebutuhan khusus.

 “Perempuan yang laki-laki memang beda, tetapi tidak untuk dibeda-bedakan, karena pada dasarnya setiap manusia dilahirkan untuk mengekspresikan kemerdekaannya. Perkembangan paradigma pembangunan gender saat ini lebih menekankan pada strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender, menjadi satu dimensi integral dalam pembangunan,” ujar Sahli.

 Lanjutnya, namun demikian, upaya tersebut belum berjalan secara optimal, karena di kalangan aparat pemerintah sendiri masih ada yang belum memiliki kesadaran gender yang setara. Berkenaan dengan hal tersebut, berbagai upaya telah dan sedang dilaksanakan pemerintah Kota Sorong dalam membangun kesadaran gender di kalangan pemerintah maupun swasta.

 “Salah satunya dengan dilakukan kegiatan Workshop Pembentukan Kelompok Kerja dan Vocal Point PUG, yang dapat membuka wawasan untuk lebih memahami arti dan pentingnya kesetaraan gender, sehingga percepatan kesadaran gender di Kota Sorong dapat tercapai,” papar Sahli diakhir sambutan seraya membuka kegiatan yang ditandai dengan penabuhan tifa.

 Dari data yang dihimpun, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kelompok kerja PUG Kota Sorong, dan membentuk vocal point PUG di setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sorong. Peserta kegiatan berasal dari OPD di lingkup Pemerintah Kota Sorong, para Kepala Distrik dan Lurah, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sorong, akademisi, dan LSM pemerhati perempuan dan anak.  (DiskominfoSorong)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah