-->

Kebakaran Besar Landa Gudang PT Mulia Abadi di Jayapura

Kebakaran Besar Landa Gudang PT Mulia Abadi di Jayapura

JAYAPURA, LELEMUKU.COM - Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kota Jayapura, Provinsi Papua, Veronita Kirana mengungkapkan telah terjadi kebakaran hebat melanda gudang PT Mulia Abadi di kawasan Abe Pantai pada Sabtu malam, 1 Juni 2024. 

“Insiden ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai lebih dari 500 juta rupiah,” ujar dia. 

Veronita menjelaskan kronologi Kejadian yang berawal dari laporan kebakaran dari seorang warga bernama Gerardus pada pukul 19.57 WIT. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan unit pemadam kebakaran dari Pos Sektor Abe/Youtefa, Pos Mako, dan Pos Sektor Japsel.

"Unit pemadam kebakaran tiba di lokasi pada pukul 20.05 WIT dan langsung melakukan operasi pemadaman," kata dia.

Lanjut Veronita, lokasi dan Penyebab Kebakaran terjadi di gudang PT Mulia Abadi yang terletak di Abe Pantai, tepat di depan Puskesmas Abepantai. Api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian menyambar gudang kayu, sehingga dengan cepat membakar seluruh isi gudang.

Korban diantaranya Nitha Khan (34 tahun), Junaidi (32 tahun), Gibran (7 tahun), Kanaya (2 tahun), dan Ciara (4 bulan). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena para korban sedang tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi. Kerugian material yang ditaksir lebih dari 500 juta rupiah mencakup surat-surat penting perusahaan, barang-barang berharga, dan dua unit forklift.

Api berhasil dikendalikan pada pukul 22.04 WIT, diikuti dengan proses pendinginan. Namun, upaya pemadaman mengalami beberapa kendala, termasuk sumber air hidran yang tidak terkoneksi dengan aliran air PDAM yang lancar, masalah alat komunikasi, dan selang pemadam yang kurang memadai.

Operasi pemadaman melibatkan 4 unit damkar dari berbagai pos di Kota Jayapura, serta bantuan dari 1 unit damkar milik TNI-AL, 1 unit mobil tanki air dari PT Air Minum, dan 1 unit AWC dari Brimob Papua.

Pasukan pemadam kebakaran ditarik mundur pada pukul 23.33 WIT setelah memastikan api benar-benar padam. Personel yang terlibat dalam operasi ini antara lain Kasie Opsdal, Kasie Sarpras, para Danru, dan anggota piket dari berbagai pos.

“Segala upaya yang dilakukan adalah untuk kemanusiaan dan kami sangat menghargai setiap bantuan yang diberikan dalam kejadian ini,” ucap Veronita. (Otis Rum)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah