Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 24 April 2013

Pendamping Lapangan PNPM Mandiri-Respek yang Mangkir akan Ditindak Tegas

MERAUKE - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung Kabupaten Merauke, Fredy Talubun mengungkapkan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi para pendamping lapangan (PL) PNPM Mandiri-Respek yang mangkir dalam melaksanakan tugasnya.

Hal itu ditegaskan Talubun terkait dengan adanya keluhan masyarakat soal kinerja pendamping lapangan yang tidak optimal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

“Ya, kami berterima kasih kepada wartawan atas informasi ini, dan kami juga meminta masyarakat untuk jangan sungkan-sungkan memberikan informasi atau keluhan soal kinerja pendamping lapangan kepada kami,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan saat ditemui di kediaman Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, Jumat 19 April 2013 kemarin .

Meski memiliki otoritas, namun Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung tidak secara langsung memberikan sanksi bagi setiap pendamping lapangan yang ‘mbalelo’ dalam tugas. dimana, sambung Talubun, pihaknya terlebih dulu akan menelusuri dan melihat tingkat kesalahan yang bersangkutan.

“Pastinya pemberian sanksi itu tidak main langsung-langsung saja. Kita harus telusuri dulu apakah informasi soal oknum pendamping lapangan itu mangkir dari tugas itu benar atau tidak. Kemudian lihat tingkat kesalahannya, kemudian kita kasih sangsi pun bertahap. Tetapi kalau sudah parah ya kita PHK-kan saja,” bebernya.

Masih dikatakan Talubun, pihaknya juga akan membuat kotak saran dan pengaduan yang akan ditempatkan di areal kantornya. Keberadaan kotak pos itu untuk mempermudah akses masyarakat dalam menyampaikan informasi tentang PNPM Mandiri-Respek.

“Semua keluhan dan informasi bisa disampaikan melalui kotak itu, dan tentunya kami akan tindak lanjuti semua saran atau keluhan yang masuk,” tandasnya.[SuaraMerauke| Depdagri]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :