IklanPapua
eXTReMe Tracker

Artikel Aktual

Pemilu Legislatif, Forkorus Yoboisembut pilih Golput

Dipublikasikan oleh Papua Untuk Semua pada hari Sabtu, 12 April 2014 | pukul 07:58 WIT

ABEPURA (KOTA JAYAPURA) - Puluhan Tapol/Napol yang tengah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abe ternyata tak menggunakan hak pilihnya alias Golput  pada Pemilu 9 April, kemarin. Mereka adalah Filep Karma, Forkorus Yoboisembut, Edison Waromi, Dominikus Serabut, Selpius Bobii, Victor Yeimo, Alex Makabori, Soleman dan lain-lain.

“Para Tapol/Napol  tak datang mencoblos berarti  mereka tak menggunakan hak pilihnya alias Golput pada Pemilu 9 April 2014,”  tegas Ketua KPPS Lapas Abepura Juwaini ketika  ditemui Bintang Papua disela-sela penyoblosan, Rabu (09/04/2014).

Juwaini mengutarakan, pihaknya menyediakan 471 surat surat masing-masing warga binaan 341 orang  sisanya warga pemilih di sekitar Lapas Abe. Tapi warga pemilih yang tak menggunakan hak pilihnya sekitar 161 surat suara.

Salah satu Tapol Edison Waromi menjelaskan, pihaknya tak menggunakan hak pilihnya karena menolak penyelenggaraan  pemerintahan Indonesia di Papua Barat. Bahkan  pihaknya menolak bebas bersyarat yang ditawarkan  pemerintah Indonesia.

Tapi, pada prinsipnya pihaknya menghargai demokrasi untuk menjaga kedamaian di Tanah Papua.

Menurut  Edison Waromi, pada Kongres Rakyat Papua (KRP) III di Jayapura pihaknya minta proses negosiasi antara kelompok pro kemerdekaan Papua Barat dengan Presiden RI dan jajaran untuk menyelesaikan masalah Papua Barat dengan damai dan bermartabat, karena masih ada Tapol/Napol masih ada pelanggaran HAM. [BintangPapua]

Proses Pencoblosan dan Perhitungan Suara Pemulu Legislatif 2014 Berlangsung Aman

Dipublikasikan oleh Papua Untuk Semua pada hari Kamis, 10 April 2014 | pukul 02:09 WIT

KOTA JAYAPURA - Proses pencoblosan dan perhitungan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif di sejumlah kota di tanah Papua  berdasarkan pantauan wartawan dan sumber  majalahselangkah.com siang tadi, Rabu (09/04/2014) berlangsung  aman.

Banyak warga  datang ke TPS dan mereka mencoblos dengan aman.  Sejumlah TPS  yang diamati di sepanjang jalan Sentani-Abepura , Sentani dan Waena, Padang Bulan, Abepura, dan Kota Raja terlihat  warga antre untuk mencoblos.

Jhonny Lani (24), warga  Padang Bulan misalnya mengatakan, ia bersama teman-teman datang ke TPS 16 untuk menyalurkan hak  suaranya. "Saya sudah lihat, nama saya ada. Saya ikut memilih," kata dia.

Ketua RT II/ RW 06/ TPS 11 di Perumnas I, Waena, Tinje On mengatakan, masyarakat yang kebanyakan tinggal di RT-nya hampir sebagian besar sudah menyalurkan hak suaranya.

"Kami masih menunggu yang lain datang coblos. Kartu suara sudah dibagikan dari kemarin," kata Tinje.

Sementara, kontributor majalahselangkah.com  di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai melaporkan hal yang sama atas pantauannya.

Dilaporkan,  proses pencoblosan  dilangsungkan aman. Namun, kontributor majalahselangkah.com  belum memastikan keamanan proses pencoblosan di wilayah-wilyah terisolir di dua kabupaten ini.

Kapolres Nabire AKBP Tagor Hutapea berdasarkan pantauannya memastikan proses pencoblosan dan perhitungan hingga sore ini di dua kabupaten ini  berjalan aman.

Kabupaten Deiyai, Paniai, dan Timika juga melaporkan hal yang sama. "Kami baru keliling jadi tidak ada masalah. Semua aman. Tapi, distrik yang jauh dan terisolir kami belum tahu. Kami akan laporkan lagi," kata sumber majalahselangkah.com di Paniai.

M. Tabuni di Puncak Jaya melaporkan hal senada. "Sampai sore ini kami belum dengar ada masalah. Tadi siang, semua sudah coblos. Semua aman-aman saja. Keamanan juga memang banyak to, " tuturnya.

Masalah-masalah Klasik
Pencoblosan dan perhitungan berlangsung aman. Tapi, wartawan menemukan sejumlah masalah yang telah dianggap 'klasik'.

Salah satunya adalah keributan sejumlah warga di TPS 22 Kelurahan Siriwini, Kabupaten Nabire karena sejak pagi tadi belum mendapatkan undangan sebagai pemilih.

"Kami semua ini sudah masuk DPT tapi kenapa undangan kami disembunyikan," kata salah satu warga di TPS 22.

Lain lagi. Sejumlah warga marah-marah di beberapa TPS Kelurahan Morgo Distrik Nabire Kota karena nama mereka tidak ada di DPT walaupun telah memiliki KTP.  Mereka tidak diperbolehkan untuk memilih.  Di Jayapura, sebanyak  173 orang di Asrama Tunas Harapan misalnya tidak memilih, walaupun nama mereka  telah diserahkan di Kelurahan Hedam sejak bulan Septemer 2013.

Sementara di TPS lain di Nabire, warga lain dapat memilih hanya dengan menunjukkan KTP.

Soal lain adalah keterlibatan anak-anak yang belum memenuhi usia pemilih. Anak SD dan SMP tampak antri untuk mencoblos.

Tampak juga  sejumlah spanduk, poster, dan stiker masih terlihat. Hal ini terlihat di sejumlah kota yang dipantau.

Dilaporkan juga,  surat suara tidak sah di sejumlah TPS di Nabire meningkat.  TPS 7 di SMP 5 Nabire misalnya  mencapai   puluhan hanya untuk DPRD, masih belum untuk DPRP, DPD, dan DPR RI.

Dipastikan surat suara tidak sah dapat saja mencapai ribuan karena banyak pemilih pemula yang melibatkan diri dan belum sempat mendapatkan informasi soal cara mencoblos.

Soal lain yang ditemukan di Jayapura misalnya,  TPS 40 di Perumnas III, Waena didapati kotak suara dalam kondisi belum segel.

Salah satu TPS di  Kelurahan Argapura Jayapura dilaporkan pencoblosan surat suara dilakukan sejak tadi malam. Sementara di kota lain, dilaporkan di atas kertas nama TPS-nya ada tetapi di lapangan tidak ada TPS-nya. [MajalahSelangkah]

Imbangi Churchill Brothers, Persipura Jayapura Amankan Tiket 16 Besar AFC

MARGAO (INDIA) - Persipura Jayapura berhasil mencuri satu poin ketika menyambangi markas Churchill Brothers. Sempat memimpin, Persipura harus puas bermain 1-1 melawan tim tuan rumah.

Hasil itu, Persipura yang sudah mengamankan tiket ke babak 16 besar mengamankan puncak klasemen dengan torehan 11 poin. Churchill tetap berada di urutan kedua memiliki poin sama dengan Home United yang mengalahkan New Radiant 2-0.

Jalannya Pertandingan

Bertanding di Jawaharlal Nehru Stadium, Margao, Goa, India, Rabu 9 April 2014, Persipura menurunkan formasi terbaiknya. Pelatih Jacksen F Tiago mengandalkan Titus Bonai dan Boaz Solossa untuk menggedor pertahanan Churchill.

Kendati berusaha untuk mendominasi permainan, Persipura sepertinya kesulitan untuk menjebol gawang Churchill yang dikawal oleh Thapa Lalit.

Kedua tim saling melepaskan tembakan dan membuat peluang di paruh pertama ini. Tapi, penyelesaian akhir ketenangan jadi masalah kedua tim. Praktis, skor tanpa gol bertahan hingga 45 menit pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Persipura berusaha untuk mengancam gawang Churchill pada menit 51. Sayang, tendangan Gerald Pangkali dari luar kotak penalti masih menyamping dari gawang Lalit.

Churchill mencoba untuk membalas serangan Persipura. Pemain bernomor punggung 17, Balwant mencoba melepaskan sebuah percobaan dari luar kotak penalti, beruntung bola masih tepat ke arah gawang jae Hoon.

Keputusan Jacksen menurunkan Johanes Pahabol di babak kedua membuahkan hasil. Pahabol yang berlari masuk ke dalam pertahanan Churchill, mengirimkan umpan kepada Boaz yang dengan mudah menaklukan Lalit. 1-0 untuk Persipura.

Gol tersebut semakin membuat Persipura bermain lebih santai. Justru membuat pemain bertahan Mutiara Hitam lengah. Menit 83, Balwant berhasil mencetak gol penyama kedudukan setelah membobol gawang Jae Hoon. Skor berubah 1-1.

Sekarang angin berubah pemain The Red Machine, julukan Churchill, terus menekan untuk mencetak gol. Tapi, skor 1-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Susunan Pemain

Churchill Brothers: Thapa Lalit; Naveen Kumar, Sanjay Balmuchu, Michael Franco Denzil, Zeleny Daniel Carl; Abdelhamid Shabana, Vales Jaison, Asley Fernandes, Warren Rebello; Anthony wolfe, Balwant Singh.

Persipura Jayapura: Yoo Jae Hoon; Bio Paulin, Daniel Siogama Tata, Ruben Sanadi, Tinus Pae; Gerald Pangkali, Immanuel Wanggai, Nelson Alom, Ian Louis Kabes; Titus Bonai, Boaz Solossa. [Okezone]

Bob Robert Franklin, Pilot Cessna Naas asal Amerika

SENTANI (JAYAPURA) - Dua orang tewas dan lima lainnya terluka saat sebuah pesawat Cessna gagal lepas landas dan terjatuh di Bandara Adventist Doyo di, sebuah distrik di Kabupaten Jayapura, Rabu (09/04/2014) pagi. Bob Robert Franklin, pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, dan satu penumpang Indonesia, tewas dalam insiden ini.

"Saat hendak lepas landas, pesawat menghantam jembatan dan seorang pengendara sepeda motor," ucap Mus, salah seorang petugas bandara pada Antara.

Pesawat tujuan Dekai, Kabupaten Yahukimo, di Pegunungan Tengah Papua itu diketahui mengangkut muatan berbobot 300 kilogram.  Pada pagi hari sebelum kejadian, hujan deras dan angin kencang melanda Jayapura.

Kecelakaan ini merupakan kali kedua untuk pesawat tipe Cessna di Papua. Menurut Mus, sang pilot sudah lama tinggal di Sentani bersama keluarganya.

Untuk sementara Bandara Adventist Doyo ditutup. Tiga korban luka dibawa ke Rumah Sakit Umum Yowari di Sentani, sementara dua lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Dian Harapan di Wamena, akibat luka yang cukup serius.[MetroTV]

Pesawat Cessna Jatuh di Doyo, 2 Tewas 5 Luka-luka

SENTANI (JAYAPURA) - Sebuah pesawat Cessna milik maskapai penerbangan Mission Advent Fellowship (MAF) sekitar pukul 10.00 WIT jatuh saat terbang usai lepas landas dari Kampung Doyo, Kabupaten Sentani.ketika hendak lepas landas.

Hingga kini belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat.

Menurut Humas Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Bambang S Ervan, pesawat jatuh sekira pukul 09.45 WIT.

"Iya informasinya ada pesawat jatuh, register pesawatnya PKSDI," katanya kepada wartawan, Rabu (09/04/2014).

Pesawat tersebut, sambung Bambang, merupakan jenis pesawat kemanusiaan yang mengangkut berbagai hal menyangkut misi kemanusiaan menuju Dekai, Kebupaten Yahukimo..

"Itu pesawat kemanusiaan, jumlah dan kondisi korban belum bisa saya sampaikan tapi mereka sudah dibawa ke rumah sakit," pungkasnya

Akibat dari kecelakaan ini, dua orang tewas dan lima lainnya luka-luka cukup serius. Korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani, Kabupaten Jayapura sedangkan dua lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Dian Harapan, Waena, Kota Jayapura. [MetroTV]

Walau Terjadi Kontak Senjata di Skouw dan Puncak Senyum, Pemilu Berjalan Aman dan Terkendali

KOTA JAYAPURA - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Tito Karnavian menegaskan, situasi Kamtibmas selama pencoblosan pemilu legislatif berjalan aman dan terkendali.

Memang ada beberapa kejadian seperti kontak senjata, sejak Rabu pagi, yakni di Skouw, perbatasan RI-PNG sekitar pukul 06.00 WIT, namun tidak ada korban.

Kemudian sekitar pukul 09.00 WIT di Puncak Senyum, Mulia, ibukota Kabupaten Puncak Jaya hingga menyebabkan satu anggota kelompok sipil bersenjata (KSB) tewas, serta satu pucuk senjata diambil dari KSB, kata Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian kepada Antara di Jayapura, Rabu.

Dikatakan dia, dari laporan yang diterima kontak senjata itu berawal dari sekelompok sipil bersenjata mencoba menyerang pos di puncak senyum namun aparat dari TNI-AD yang memang bersiaga langsung menyerang balik.

Akibat kontak senjata satu anggota yang kemudian diketahui merupakan anak buah "Puren Wenda" tewas tertembak dan satu pucuk senjata laras panjang dirampas dari KSB.

Walaupun ada beberapa kejadian di lokasi yang berbeda namun secara menyeluruh situasi Kamtibmas aman dan terkendali, dan anggota senantiasa bersiaga, kata Irjen Pol Tito.

Kapolda Papua ketika ditanya tentang kondisi Kamtibmas di Provinsi Papua Barat mengakui, kondisi daerah menjelang dan saat pencoblosan aman terkendali.

Masyarakat dilaporkan antusias mendatangi TPS untuk menyalurkan hak suaranya, kata Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian. [Antara]

Beragam Komentar Warga Papua tentang Sosok Joko Widodo

Dipublikasikan oleh Papua Untuk Semua pada hari Minggu, 06 April 2014 | pukul 12:02 WIT

KOTA JAYAPURA - Kota Jayapura, menjadi titik terakhir kampanye pemilihan kursi legislatif calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo. Beragam komentar pun mengiringi kedatangan Jokowi di bumi cenderawasih itu. Ada yang mengenal sosok Jokowi, ada pula yang tidak mengenalnya. Ada yang pasti memilih, ada juga yang ragu, bahkan menegaskan tidak memilihnya.

Maria Wadi Griapon (50), salah satu pedagang tomat di Pasar Youtefa, Abepura, Jayapura, Papua, misalnya. Dia hanya tahu sosok Jokowi melalui media televisi saja karena belum pernah berkunjung ke Papua sebelumnya. Oleh sebab itu, dia merasa penasaran seperti apa rupa Jokowi.

"Saya baru tahu Jokowi datang tadi pagi. Mau lihat seperti apa dia," ujarnya kepada Kompas.com, beberapa saat sebelum Jokowi datang ke pasar itu, Sabtu (5/4/2014) siang.

Soal apakah ibu lima anak tersebut akan memilih Jokowi menjadi presiden Indonesia, dia hanya tersenyum. Wanita yang telah berjualan tomat lebih dari 25 tahun di pasar tersebut mengatakan bahwa hal itu tergantung dengan apa yang dibisikkan Tuhan kepada dirinya saat dia masuk di bilik tempat pemungutan suara, Juli 2014 mendatang.

Berbeda dengan Maria, Linda Sani (45), pengunjung pasar mengaku mengetahui sosok Jokowi meski hanya melalui media masa televisi. Bahkan, ibu asli Jayapura yang salah satu anaknya tengah berkuliah di New Zealand itu tidak ragu lagi menyebutkan siapa calon presiden yang bakal dipilihnya.

"Jokowi sudah tidak ada lawan lagi. Pak Prabowo juga. Kedua orang itu sudah terbukti," ujarnya sembari mengacungkan kedua jari jempolnya.

Linda mengatakan, alangkah baiknya jika Jokowi dan Prabowo menjadi calon presiden dan calon wakil presiden. Menurutnya, warga Papua membutuhkan sosok yang merakyat seperti Joko Widodo dan sosok yang tegas seperti Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sementara itu, Simon, penjual buah pinang di pasar terbesar di Papua, mengatakan bahwa dia sama sekali tidak mengenal Jokowi. Di rumahnya, tidak ada televisi. Terlebih, dia tidak dapat membaca. Dia mengaku bakal memilih siapapun calon presidennya asalkan calon tersebut memberikan uang kepada rakyat.

"Siapapunlah, kalau dia orang buang-buang duit, ah itu sudah, kita pilih dia saja," ujarnya.

Simon mengaku tidak mengetahui jika membagi-bagikan uang pada saat kampanye dilarang berdasarkan peraturan.

"Oh, tidak bolehkah? Kalau begitu kasih uang sembunyi-sembunyi memang," lanjutnya sembari memisahkan buah pinang dari batangnya.

Jokowi sendiri datang ke pasar tersebut pukul 12.25 WITA. Kedatangan Jokowi menarik perhatian ratusan orang di pasar tersebut. Warga, baik pengunjung pasar atau pedagang berebut salam dan berebut berfoto bersama Jokowi. [Kompas]
eXTReMe Tracker
 
Support : Papua Untuk Semua | Wilayah | Komunitas | Bisnis |
Copyright © 2013. Papua Untuk Semua - Dilindungi oleh Creative Common
Papua Untuk Semua diformat oleh XegaVega
KEMBALI KE ATAS