Iklan
eXTReMe Tracker

Artikel Aktual

Ausilius You jadi Tersangka Kasus Rehabilitasi SMP 3 Timika Senilai Rp 410 juta

Dipublikasikan oleh Papua Untuk Semua pada hari Kamis, 12 Juni 2014 | pukul 13:42 WIT

KOTA JAYAPURA - Kejaksaan Negeri Timika menetapkan Penjabat Bupati Mimika, Ausilius You, menjadi tersangka kasus rehabilitasi SMP 3 Timika senilai Rp 410 juta.

"Dia ditetapkan menjadi tersangka karena dia menjabat Kepala Dinas Pendidikan Mimika saat pelaksanaan rehabilitasi SMPN 3 pada 2012," kata Kepala Kejati Papua Maruli Hutagalung kepada Antara di Jayapura, Selasa (10/6/2014).

Sebelumnya, Kejari Timika sudah melimpahkan tersangka lainnya dalam kasus serupa ke Pengadilan Negeri Timika untuk disidangkan.

"Bahkan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut sudah diputus satu tahun penjara oleh pengadilan," kata Maruli.

Menurutnya, proyek rehabilitasi gedung SMP Negeri 3 Timika tahun 2012 senilai Rp410 juta itu terindikasi korupsi karena pengerjaan baru selesai 65 persen tapi dananya sudah diserahkan seluruhnya oleh tersangka.

"Saya sudah memerintahkan Kepala Kejari Timika untuk menindaklanjuti kasus tersebut hingga ke pengadilan," tegas orang nomor satu di Kejati Papua itu. [Antara]

Kabupaten Fak-Fak, Jayapura, Biak, dan Manokwari Terima Adipura

Dipublikasikan oleh Papua Untuk Semua pada hari Minggu, 08 Juni 2014 | pukul 02:18 WIT

JAKARTA - Wakil Presiden RI Boediono memberikan penghargaan Adipura tahun 2014 kepada beberapa Kepala Daerah Tingkat II (Bupati/Walikota) yang mampu berkontribusi signifikan terhadap kelestarian lingkungan hidup. 4 kabupaten di Papua, di antaranya yang menerima penghargaan Adipura tersebut.

4 Kepala Daerah Tingkat II di Propinsi Papua & Papua Barat, yaitu Kabupaten Fak-Fak, Jayapura, Biak, dan Manokwari menerima langsung penghargaan Adipura tersebut di Kompleks Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (05/06/2014)

Tercatat, Adipura merupakan salah satu program prioritas dalam pengendalian pencemaran dari kegiatan domestik dan penghargaan bagi Kota/Kabupaten yang berkomitmen mewujudkankota bersih dan hijau.

Salah seorang Kepala Daerah Tingkat II yang mendapat penghargaan Adipura tersebut adalah Drs Muhammad Uswanas, Ms, yang menjabat Bupati Fak-Fak sejak memenangkan Pemilukada Fakfak tahun 2010 bersama wakilnya Donatus Nimbitikendik. Kabupaten Fak-Fak mempunyai potensi alam yang sangat besar untuk terus berkembang.

"Penghargaan Adipura kali ini menunjukkan komitmen kuat melestarikan lingkungan hidup. Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kinerja di bidang-bidang lainnya," ujar Muhammad Uswanas.

Untuk bidang pariwisata, Kabupaten Fak Fak memiliki beberapa situs budaya yang dapat menjadi daya tarik bagi peningkatan pembangunan di bidang pariwisata. Beberapa pusat wisata baik ekoturisme keindahan laut, peninggalan prasejarah dan keindahan alam hutan.

"Potensi alam tersebut dapat menjadi daya tarik bagi para investor untuk mengembangkan sektor pariwisata sehingga diharapkan dapat meningkatkan arus wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kabupaten Fak-Fak," papar Uswanas, yang pernah menjadi dosen luar biasa di Akademik Teknik Jayapura, karyawan Sucofindo, anggota DPRD Provinsi Irian Jaya dan masih menjabat Ketua Umum Partai Golkar Kabupaten Fak-Fak 2010-2015. [Inilah]

Solusi Jokowi untuk Papua

KOTA JAYAPURA – Minim dan mahalnya transportasi di Papua membuat miris calon presiden Joko Widodo. Praktis, hanya pesawat terbang yang bisa menghubungkan mobilitas penduduk sari satu wilayah ke wilayah lainnya. Solusi langsung dicari Jokowi. Dan pilihannya, menyediakan angkutan murah di Papua agar hasil bumi dari desa bisa dibawa ke kota.

"Apabila mengandalkan pesawat terbang, tidak akan bisa bersaing, karena ini sangat mahal biayanya. Untuk itu perlu dicarikan alternatif lainnya seperti membangun jaringan rel kereta api atau dengan yang lain seperti kapal-kapal besar," kata Jokowi saat berkampanye di Kampung Yoka, Kabupaten Jayapura, Kamis (05/06/2014).

"Tak hanya membangun transportasi massal. Jokowi juga menyoal minimnya industri hilir di Papua. Hasil alam yang sangat melimpah ternyata hanya dijual apa adanya. Tak ada pengolahan. Hasilnya, nilai tambah untuk masyarakat menjadi nol.

"Sumber daya alam yang melimpah ruah di Papua ini harus diolah sendiri, jangan dibawa keluar dengan belum diapa-apakan," katanya.

Selain itu, kata Jokowi, upaya peningkatan sumber daya manusia juga harus dilakukan secara serius. Untuk itu, seluruh anak Papua harus dipastikan bisa bersekolah.

"Nanti negara akan membantu dengan kartu Indonesia pintar dan juga untuk menjamin kesehatan juga diberikan kartu sehat," katanya.

Nah, sebelum mengarah ke sana, Jokowi bermimpi untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Papua. Bila terpilih jadi presiden, Jokowi akan memberikan edukasi untuk bisa mengolah sumber daya alam yang dimiliki secara mandiri.Bila potensi alam di Papua bisa diolah sendiri maka akan bisa menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Feedback-nya akan tercipta peningkatan perekonomian rakyat.

Respon pun bermunculan. Para tokoh adat di Jayapura, kompak memberikan dukungan penuh kepada Jokowi untuk menjadi Presiden Republik Indonesia. [Indopos]

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tetapkan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang sebagai Pemenang Pilkada Mimika

TIMIKA (MIMIKA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mimika, menetapkan pasangan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang (OMBAS) sebagai pemenang Pilkada Mimika putaran kedua dalam rapat pleno terbuka yang berlangsung di Gedung Eme Neme Yauware Timika, Sabtu.

Dalam rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU Mimika Yohanes Kemong dan dihadiri tiga komisioner KPU Mimika, Panwaslu, saksi dari dua pasangan calon, pasangan OMBAS mengungguli perolehan suara pasangan Abdul Muis-Hans Magal (AMAN) pada Pilkada Mimika putaran kedua, Sabtu (31/05/2014).

Pasangan OMBAS meraih 100.849 suara atau 53,71 persen, sementara pasangan AMAN hanya mampu meraih 86.900 suara.

Dengan perolehan suara terbanyak pada Pilkada Mimika putaran kedua tersebut, Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang ditetapkan sebagai Bupati-Wakil Bupati Mimika terpilih periode 2014-2019.

Ketua KPU Mimika Yohanes Kemong mengatakan KPU Mimika akan mengirim surat secara resmi ke DPRD setempat agar menindaklanjuti proses pelantikan Bupati-Wakil Bupati Mimika terpilih ke Gubernur Papua di Jayapura dan Menteri Dalam Negeri di Jakarta.

Menurut Yohanes, ajang Pilkada Mimika putaran kedua sudah berlangsung lancar, sukses dan transparan. Siapa pun yang terpilih menjadi Bupati-Wakil Bupati Mimika merupakan pilihan rakyat Mimika dan semua pihak diminta untuk dapat menerima secara lapang dada.

Sementara itu Bupati Mimika terpilih, Eltinus Omaleng mengatakan kemenangan pasangan OMBAS pada Pilkada Mimika putaran kedua merupakan kemenangan seluruh rakyat Mimika.

"Tidak ada pihak yang kalah dalam Pilkada ini, kita semua menang baik OMBAS maupun AMAN. Mari kita bergandengan tangan untuk membangun Mimika menjadi lebih baik," kata Eltinus.

Sementara itu pasangan AMAN tidak mengikuti rapat pleno penetapan perolehan suara Pilkada Mimika putaran kedua sampai selesai.

Rapat pleno KPU Mimika tentang penetapan perolehan suara Pilkada Mimika putaran kedua sekaligus penetapan Bupati-Wakil Bupati Mimika terpilih periode 2014-2019 berlangsung marathon sejak Sabtu pagi hingga malam.

Untuk mengamankan jalannya rapat pleno tersebut, sebanyak 600 personel Brimob dan TNI dikerahkan untuk menjaga area sekitar Gedung Eme Neme Yauware Timika.

Hingga selesainya rapat pleno KPU Mimika, situasi kamtibmas di wilayah Kota Timika dan sekitarnya cukup kondusif, tanpa adanya gangguan sedikitpun. [Antara]

Satgas TNI di Tingginambut Tembak 1 Anggota OPM

KOTA JAYAPURA - Anggota Satgas TNI yang bertugas di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, berhasil melumpuhkan (tewaskan) salah satu anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan merebut 2 pucuk senjata api.

Kependam XVII/Cenderawasih Letkol Rikas Hidayatullah kepada detikcom mengungkapkan, Sabtu (7/6/2014) pagi anggota TNI yang sedang berpatroli di sekitar Tinggi Nambut, Puncak jaya, Papua berhasil melumpuhkan salah satu anggota separatis bersenjata OPM yang selama ini mengganggu di wilayah Tinggi Nambut, Puncak Jaya, Papua.

" Ya.. Tadi pagi anggota kita yang ada di Tinggi Nambut berhasil melumpuhkan satu anggota OPM dan berhasil mengambil 2 pucuk senjata api dari kelompok tersebut," ujarnya, Sabtu (7/6/2014).

Kelompok sipil bersenjata OPM tersebut merupakan kelompok TPN/OPM yang selalu mengganggu keamanan di wilayah Puncak Jaya, bahkan mereka melakukan penembakan ke pihak keamanan yang bertugas di Tinggi Nambut.

" Kelompok itu yang sering melakukan penyerangan terhadap anggota kita maupun Polri disana," kata dia. [Detik]

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Minta Organisasi Papua Merdeka (OPM) Hentikan Penembakan

Dipublikasikan oleh Papua Untuk Semua pada hari Rabu, 04 Juni 2014 | pukul 03:04 WIT

KOTA JAYAPURA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menghimbau agar para tokoh maupun anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) menghindari cara-cara kekerasan seperti melakukan penembakan terhadap aparat TNI/Polri maupun warga sipil.

“Harus menjadi perhatian bagi kelompok sipil bersenjata ini bahwa cara-cara kekerasan yang digunakan selama ini haruslah ditinggalkan, sebab cara kekerasan sangat ditentang oleh masyarakat internasional, dan tidak akan menyelesaikan masalah,” tegas Plt. Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramandey,S.Sos,MH kepada Cenderawasih Pos, kemarin (02/06/2014).

Frits Ramandey juga mengecam aksi penembakan yang terjadi di Kabupaten Lanny Jaya Jumat (30/05/2014) lalu yang menyebabkan seorang anggota Kepolisian BKO Polres Lanny Jaya Bripda Irvan meninggal dunia.

Menurutnya, dalam rangka persiapan pemilihan umum presiden (pilpres), maka Komnas HAM Papua melihat akan ada peluang kekerasan baru, sebab akibat dari penembakan tersebut bisa saja polisi melakukan upaya-upaya penertiban dan akibat penertiban tersebut bisa saja masyarakat sipil yang lain menjadi korban.

“Harus diingat bahwa memilih pemimpin nasional itu menjadi tanggung jawab warga negara, dan warga negara itu memiliki hak untuk berpartisipasi. Dengan peristiwa penembakan seperti ini, maka hak warga negara menjadi terganggu untuk berpastisipasi. Polisi juga bisa mengambil langkah-langkah tegas,” ungkapnya.
 
Frits menyatakan bahwa Komnas berkeyakinan, sebenarnya anggota Polisi dengan jaringannya serta peralatan yang sudah sangat canggih, dan sebenarnya sudah mampu untuk mengidentifikasi siapa pelaku, sebab kejadiannya di tengah masyarakat.

“Saya perlu sampaikan juga bahwa jika peristiwa penembakan terjadi di tengah masyarakat, potensi untuk diindetifikasi atau dipetakan sangat mudah, dan saya punya keyakinan sebenarnya polisi sudah mengetahui siapa aktor dibalik penembakan ini,”ujarnya.

Bahkan baginya, sebenarnya polisi bisa saja melakukan upaya lain dalam rangka mengungkap siapa pelaku ini, dan peluang itu ada saja, hanya saja baginya polisi di Papua, masih mengedepankan pendekatan-pendekatan yang persuasif, sayangnya pendekatan seperti ini, malah sering disalahartikan.

“Bisa saja polisi mengabaikan penerapan hukum yang lain, menggunakan hak diskresinya untuk mengungkap aktor di belakang aksi penembakan ini, sayangnya polisi masih mempertimbakan aspek lainnya,” tukasnya.
 
Kepada seluruh Panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM), baik yang ada di wilayah pegunungan tengah, seperti di Lanny Jaya, di wilayah pesisir pantai, perbatasan, untuk memberikan arah yang jelas kepada anak buahnya, agar tidak lagi menggunakan cara-cara kekerasan. Sebab tindak kekerasan akan melahirkan tindakan kekerasan baru, tidak akan menyelesaikan persoalan.

“Pengalaman membuktikan bahwa jika ada aksi kekerasan di beberapa lokasi di Papua, ternyata masyarakat sipil lain  menjadi korban, dan kami punya data,hampir 30 orang menjadi korban, akibat dari aksi kekerasan sipil bersenjata,” tuturnya.

Sementara itu, Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengatakan bahwa pelaku penembakan terhadap Brigpol (anumerta) Irvan diindikasi salah satu anggota dari kelompok PW yang sering mengganggu keamanan di Lanny Jaya.

Maka dari itu, Kapolda Papua, kata Paulus, telah menunjuk Direskrimum, Kasat Brimob Polda Papua, termasuk Kapolres setempat untuk segera mengejar pelaku.

“Nah bertiga ini diharapkan agar bisa bersama-sama menangani permasalahan itu dengan Tim BKO. Tim ini yang nantinya akan melaporkan bagaimana laporan yang ada di sana, karena baru kemarin saya tiba dari Timika. Pelakunya sendiri saya pikiri sudah jelas kalau yang di atas siapa lagi kalau bukan anggota Kelompok Bersenjata yang berinisial PW itu,”ungkapnya tegas.

Wakapolda melanjutkan bahwa tim operasi yang dipimpin oleh Disreskrimum akan menyelidiki kasus tersebut hingga bisa diungkap siapa sebenarnya dalang di balik penembakan tersebut, apakah terindikasi pada PW atau kelompok lainnya.

“Selama ini yang kami monitor mereka (kelompok PW-red) adalah pindahan, tapi kemudian membangun kekuatan di situ, jumlah pastinya kita tidak bisa informasikan namun pastinya banyak,” ucapnya.
 
Lebih lanjut dikatakannya bahwa kelompok PW yang ada di sana dipastikan berjumlah lebih dari 10 orang karena telah ada pembagian tugas dan spesifikasi tersendiri. Sementara untuk kondisi Arnold sendiri, kata Wakapolda, ia telah membaik. [CenderawasihPos]

Prada Maulana Malik Ditembak di Pintu Lintas Batas Wutung

KOTA JAYAPURA - Setelah sempat ditutup sementara akibat terjadi penembakan di pintu lintas batas antara RI-PNG di Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura beberapa bulan lalu, kini pintu lintas batas tersebut dibuka secara resmi oleh kedua negara pada Selasa (03/06/2014) sekitar pukul 13.00 WIT siang kemarin.

Namun sayang, acara pembukaan pintu lintas batas tersebut diwarnai aksi penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata dari arah zona netral. Akibat penembakan itu, seorang anggota TNI bernama Prada Maulana Malik dilaporkan terkena serempet peluru di bagian paha kanannya sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Koya Barat dan selanjutnya dievakuasi menuju RS Marthen Indey Jayapura dengan pengawalan ketat hingga wartawan tidak diperbolehkan masuk ke rumah sakit tersebut.

Dari informasi yang didapat koran ini, kejadian tersebut bermula ketika Pos Perbatasan mulai dibuka kembali setelah terjadi penutupan sejak terjadinya kontak senjata pada 8 April 2014 yang lalu, yang menyebabkan kelompok kriminal bersenjata marah dan langsung memberondong anggota TNI yang ada di sana dengan peluru.

Anggota kemudian siaga dan terjadi kontak senjata beberapa kali, namun kelompok kriminal tersebut langsung menyeberang ke PNG sehingga anggota TNI tidak bisa melakukan balasan meskipun beberapa kali kelompok tersebut melakukan serbuan peluru ke arah anggota yang ada di wilayah RI.

Kepala Penerangan (Kapendam) Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf. Riskas Hidayatullah ketika dikonfirmasi melalui selulernya pada Selasa (3/6) kemarin mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan rapat tertutup sehingga belum bisa memberikan keterangan terkait kronologis kejadiannya.

“Kejadiannya siang sekitar pukul 13.00 WIT terjadi penembakan oleh OTK bersenjata di Perbatasan Skouw. Satu personel Pamtas (Pengaman Batas -red) dari Yonif 623 atas nama Prada Malik terserempet peluru di paha kanannya, kondisi stabi. Pasukan Pamtas langsung melakukan penyisiran dan pengejaran, situasi di TKP terkendali,” jelasnya singkat melalui sms.

Sementara itu, Kasrem 172/PWY Letkol Inf. Rano Tilaar ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos kemarin membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan Kasrem, kejadian penembakan itu bermula saat acara sedang berlangsung, kemudian sekitar 45 menit acara berlangsung tiba-tiba terdengar suara tembakan dan diprediksi arah tembakan datangnya dari PNG.

Diakui Kasrem, seorang anggota TNI dari patroli reaksi cepat dilaporkan terkena serempet peluru dan mengenai bagian bokongnya kemudian langsung dievakuasi ke rumah sakit. “Langkah yang kami lakukan adalah patroli mobile dan statis ditingkatkan, artinya membuat posko yang statis kemudian patroli mobile seperti Anoa. Termasuk patroli reaksi cepat disiagakan,”ungkapnya.

“Tidak ada penambahan pasukan tapi pengawasan semakin diperketat dan koordinasi dengan tentara PNG,”bebernya lagi.

Pihaknya menambahkan, pasca penembakan itu situasi dan aktivitas masyarakat di perbatasan baik itu masyarakat Indonesia maupun PNG tetap normal bahkan sudah kembali melakukan aktivitasnya sebagaimana biasanya. Termasuk aksi penembakan itu sama sekali tidak mengganggu acara pembukaan pintu lintas batas.

“Jadi hadir dalam acara itu dari Indonesia diwakilkan oleh Kepala Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua Ibu Suzana Wanggai kemudian Konsul RI di PNG, Korem 172/PWY, Danyon dan Kapolsek Muara Tami. Sedangkan dari PNG dihadiri Ketua Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan, Sekda Provinsi Sandauw,”tandasnya.[CenderawasihPos]
eXTReMe Tracker
 
Support : Papua Untuk Semua | Wilayah | Komunitas | Bisnis |
Copyright © 2013. Papua Untuk Semua - Dilindungi oleh Creative Common
Papua Untuk Semua diformat oleh XegaVega
KEMBALI KE ATAS