Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Saturday, 31 August 2013

Tiga Alasan Mengapa Persipura Jayapura Sukses Juarai Indonesia Super League 2012/2013

KOTA JAYAPURA - Empat musim terakhir, Indonesia Super League (ISL) menjadi barang mainan dua klub. Mereka adalah Persipura dan Sriwijaya FC. Dua tim ini memiliki semua daya untuk yang terbaik di Indonesia.

Untuk melihat siapa yang akan menjadi juara, biasanya dilihat dari siapa yang lebih siap dan mempunyai keberuntungan yang lebih dibanding yang lain. Masa persiapan tim, baik Persipura dan Sriwijaya FC terlihat memburu pemain.

Di kubu 'Laskar Wong Kito' banyak pemain inti hijrah ke klub lain karena faktor finansial. Sedangkan 'Mutiara Hitam' melalui tangan dingan pelatih Jacksen Tiago lebih memilih menggunakan jasa pemain lokal.

Hal ini terbukti dengan dilepasnya Alberto Goncalves yang menjadi top score musim lalu. Banyak masyarakat bertanya apakah Persipura masih bisa bersaing dengan tim-tim lainnya untuk berlaga di kompetisi terketat tersebut dengan mengandalkan pemain-pemain muda yang minim jam terbang?

Karena, baik Persib Bandung dan Arema Indonesia sedang ngebut-ngebutnya mempersiapkan diri menyongsong kompetisi ISL 2012/2013. Aura juara lebih besar berpihak kepada Arema Cronous yang telah melakukan merjer dengan Pelita Jaya Karawang.

Sejumlah pemain Pelita Jaya memperkuat Arema Cronous. Sebut saja Viktor Igbonefo yang menjadi palang pintu terkuat saat ini di Indonesia, bergabungnya Grek Nwokolo, Keith Kayamba Gumbs yang didatangkan dari Sriwijaya FC dan Alberto Goncalces menjadi ancaman terbesar bagi peserta klompetisi lainnya. Nah, bagaimana peluang Persipura untuk sukses meraih gelar ISL musim ini? So, tiga alasan tersebut apa saja?

Pemain Lokal Lebih Loyal

Jacksen Tiago selaku pelatih kepala Persipura Jayapura sudah mencium bakat-bakat muda Papua yang sangat bertalenta. Ini menjadi alasan pertama, sehingga dirinya melakukan komunikasi dengan manajemen untuk mengaktifkan kembali kompetisi lokal untuk menjaring pemain-pemain muda berlatenta tersebut.

Bisa dikatakan, sebuah tim yang memiliki pemain lokal mempunyai total litas lebih baik ketimbang pemain luar yang diboyong. Mengapa? memperjuangkan harkat dan martabat daerah tersebut menjadi motifasi tersendiri untuk anak-anak Papua bangkit dan menunjukan kepada Indonesia dan dunia bahwa mereka juga bisa melakukan sesuatu yang berguna bagi tanah dan negara mereka.

Bukan persoalan uang, tetapi harga diri. Maka, musim ini Persipura menjadi penguasa, bukan hal yang mengejutkan. Hal tersebut sudah dibuktikan Boaz Solossa dan kawan-kawan dengan membawa Persipura keluar sebagai juara dengan predikat tim minim kebobolan, minim kekalahan, memiliki mesin gol terbanyak dan Stadion Mandala masih tetap 'Perawan' alias belum pernah Persipura mengalami kekalahan.

99 Persen Pemain Haus Gol

Alasan kedua, semua pemain Persipura mempunyai naluri gol sangat tinggi. Sebut saja Ian Kabes, Gerald Pangkali, Imanuel Wanggai, Lim Jun Sik, Lukas Mandowen, Nelson Alom, Otavio Dutra, Patrick Wanggai, Bio Paulin, Ricky Kayame, Ferdinando Pahabol, Zah Rahan Kranggar dan terakhir sang pemuncak top skor yaitu Boaz Solossa yang telah mengemas 24 gol.

Sejauh ini, Persipura telah memasukan 74 gol dan hanya kemasukan 17 gol dari 30 laga yang sudah dijalani. Dengan begitu, rata-rata Boaz Solossa cs memasukan 2,26 gol di setiap pertandingan yang mereka lakoni. Satu lagi yaitu, Boaz Solossa dan Yoo Jae Hoon mencatatkan diri sebagai pemain tak tergantikan karena kedua pemain tersebut dalam 30 laga terus menjadi pilihan utama sang mentor.

Berbeda dengan Sriwijaya dan Arema Cronous. Ditubuh Sriwijaya hanya ada Mahyadi Pangabean dan Tantan yang telah mengoleksi 27 laga dan di Arema Cronous ada Kurnia Meiga yang telah bermain sebanyak 29 laga disusul Viktor Igbonefo dan Alberto Goncalves yang bermain sebanyak 28 laga.

Mengandalkan Tuhan

Ini menjadi faktor penentu kemenangan demi kemenangan yang diraih ‘Mutiara Hitam’ julukan Persipura baik di laga kandang maupun tandang.

Dari 15 laga kandang, Persipura hanya meraih satu kali hasil imbang yaitu kala ditahan Arema Cronous dan meraih empat kali hasil imbang di laga tandang. Serta meraih 13 kemenangan di laga kandang dan lima kali diluar kandang.

“Tuhan kami sangat baik”. Begitulah ungkapan Jacksen Tiago kala timnya memenangkan setiap pertandingan. Factor kebersamaan dalam tim  menjadi pendukung dari semua rangkaian keberhasilan ‘Mutiara Hitam’ dalam kompetisi tahun ini. So, selamat atas pencapaian gelar ‘Jenderal’ musim ini Persipura. [PapuaPos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :