Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Monday, 11 May 2015

3.985 KM Jalur Trans Papua Masih Putus-putus

KOTA JAYAPURA - Proyek jalan Trans Papua saat ini kondisinya masih banyak yang belum tersambung alias putus-putus. Total panjang Trans Papua mencapai 3.985 km yang mencakup di Papua dan Papua Barat.

"Jadi kemarin groundbreaking di Jayapura. Ada beberapa ruas belum tersambung akan kita tuntaskan. Sebelum 2019," kata Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di acara persemian proyek pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung pitalebar serat optik Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) di Manokwari, Papua Barat, Minggu (10/5/2015).

Basuki mengakui proses pembangunan Trans Papua memang banyak terkendala persoalan seperti masalah adat setempat dan kasus hukum. Ia mencontohkan ruas di Sorong-Manokwari sepanjang 600 Km, ada 30 Km yang bermasalah.

"Sudah 5 tahun nggak sentuh karena sebagai barang bukti. Ini akan diselesaikan oleh Pak Presiden. Ada masalah adat juga. Makanya ada komitmen Pak Gubernur dan Pak Bupati untuk selesaikan," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pembangunan jalan Trans Papua selesai pada 2019. Jalan sepanjang 3.985 km tersebut ia minta dikerjakan siang malam agar cepat selesai.

"Mengenai Trans Papua yang panjangnya 3.985 km akan kita tangani, masih banyak tempat-tempat yang belum tertembus (jalan). Target saya maksimal 2019 harus semuanya tersambung sudah saya sampaikan ke Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono)," ujar Jokowi dalam sambutannya di acara groundbreaking Jembatan Layang Hamadi-Holtekamp, di Distrik Jayapura Selatan, Jayapura, Sabtu (9/5/2015).

Sejumlah ruas jalan Trans Papua, di antaranya Jayapura-Wamena-Mulia, Jayapura-Sarmi, Jayapura-Hamadi-Holtekamp-Perbatasan Papua Nugini, Merauke-Waropko, Timika-Mapurujaya-Pomako, Nabire-Waghete-Enarotali, dan Serui-Menawi-Subeba.

Sedangkan yang berlokasi di Papua Barat, di antaranya Manowari-Sorong, Manokwari-Bintuni, Fakfak-Hurimber-Bomberay, dan Sorong-Mega

Jalan Trans Papua mengakomodir pusat-pusat kegiatan nasional yang sudah ditentukan dalam rencana tata ruang wilayah nasional. Ada tiga pusat kegiatan nasional yang ada di Papua ini yaitu Sorong, Jayapura, dan Timika. Kemudian ada pusat kegiatan strategis seperti Manokwari, Raja Ampat, dan Tanah Merah.. [Detik]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :