Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Sunday, 31 May 2015

Polresta Jayapura Gagalkan Pengibaran Bendera Ye O Doan di Kampung Sereh

KOTA JAYAPIRA - Polres Kota Jayapura, menggagalkan rencana pengibaran bendera "Ye O Doan" yang merupakan bendera dari Negara Federal Papua Barat (NFPB) dan mengamankan tujuh orang di Kampung Sereh, Sentani, Kabupatan Jayapura pada Jumat pukul 12.15 WIT.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua Kombes Pol Patrige, di Jayapura, Jumat sore,  mengatakan, penggagalan rencana pengibaran bendera itu di pimpin oleh Kasat Intelkam Polres Jayapura AKP Saki`in dan enam orang anggotanya.

"Tempat kejadian perkara (TKP) itu di halaman rumah Darius Kogoya, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura," katanya.

Kronologisnya, jelas Patrige, pada pukul 11.30 WIT, anggota Intelkam Polres Jayapura mendapat informasi adanya rencana pengibaran bendera `Ye O Doan` di Kampung Sereh, rumahnya saudara Darius Kogoya.

Pada pukul 11.40 WIT, anggota Intelkam bersama Unit Opsnal Reskrim Polres Jayapura yang di pimpin oleh Kasat Intelkam Polres Jayapura AKP Sai`in menuju Kampung Sereh guna monitoring terkait informasi yang didapatnya.

Lalu, pada pukul 12.15 WIT, Darius Kogoya bersama enam rekannya terlihat menuju tiang bendera yang terletak di halaman rumahnya, lalu membuka bendera `Ye O Doan`, seketika itu juga anggota Intelkam bersama Unit Opsnal Reskrim Polres Jayapura langsung masuk ke dalam halaman rumah kemudian merampas bendera `Ye O Doan."

"Sekaligus mengamankan Darius Kogoya bersama enam orang rekannya. Saat itu situasi aman dan terkendali," katanya.

Kemudian pada pukul 12.20 WIT Kapolres Jayapura AKBP Sondang R Siagian bersama puluhan anggota Dalmas di dampingi Kabag Ops AKP Sujono tiba di Kampung Sereh dan langsung melakukan penyisiran di sekitar TKP.

"Pukul 12.25 WIT, Darius Kogoya bersama tujuh orang rekannya di bawa ke Polres Jayapura dengan menggunakan truk Dalmas," katanya.

Lebih lanjut, mantan Kapolres Merauke itu mengemukakan, selain Darius Kogoya (36) sebagai pimpinan Yeo Doang, yang diamankan dan digelandang ke Mapolres Jayapura, ada juga enam rekan lainnya, yaitu Timas Kogoya (53), Maju Wenda (60), Jhon Kogoya (46), Ulu Kogoya alias Undi (46), dan Ombed Wenda (26), Salah Kogoya (26).

"Sementara sejumlah barang bukti yang ikut diamankan yakni satu buah Bendera Yeon Doa ukuran 2,56 cm x 1 meter, satu buah tiang bendera, satu unit CPU Komputer, buku memorian passionis di Papua 2012 sebanyak sembilan buah dan satu unit laptop," katanya.  [Antara]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :