Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 16 July 2015

DPRP Minta Pemprov Papua Bangun Pabrik Petatas dan Batik Papua

KOTA JAYAPURA - Komisi II DPR Papua Bidang Ekonomi dalam laporan Komisi lewat Sidang Paripurna Atas materi Raperdasi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2014, Senin (6/7)  meminta   Pemerintah Provinsi Papua untuk segera membangun Honai bagi  pembatik Papua, Pabrik Petatas dan Pasar Mama-mama Papua.

Anggota Komisi II, Pendis Enumbi dalam laporan Komisi  mengatakan, pihaknya mendukung upaya Pemprov meningkatkan ekonomi kerakyatan orang asli Papua, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kami rekomendasikan pembangunan pabrik petatas untuk menampung hasil kebun masyarakat, dan pembangunan Honai untuk pembatik, yang bisa menampung pembatik asli Papua dari semua wilayah adat serta pembangunan Pasar permanen Mama - Mama Papua, agar mereka punya tempat jualan tetap," urainya.

Komisi II DPR Papua ingin kain batik Papua diproduksi di Papua, bukan di luar Papua. Selain itu dari hasil hearing Komisi II dengan para pembatik asli Papua, ditemukan pembatik asli Papua banyak menemui hambatan.

"Pemerintah perlu memperhatikan pembatik asli Papua. Kita perlu bangga karena Batik Papua ini sudah mendunia, dan sering dijadikan souvenir untuk para pejabat yang datang ke Papua," ucapnya.

Rekomendasi ini memperkuat komitmen Komisi yang telah disampaikan Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd Tabuni sebelumnya bahwa komisi berharap ke depan, Pemerintah Papua dapat mendorong pengembangan batik Papua, agar bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Pembatik perlu difasilitasi peralatan dan dilatih.

“Di setiap kabupaten perlu ada pembatik. Pembatik Papua butuh gedung untuk pengolaan batik Papua, dan ini harus didorong pada tahun mendatang. Kami akan bicarakan itu dengan mitra kami ketika rapat. Kami harap ekonomi orang Papua juga bisa meningkat,” ujar Deerd. [Dharapos]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :