Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Tuesday, 18 August 2015

Pantau Proses Pencarian dan Evakuasi Pesawat Trigana, Ignasius Jonan ke Jayapura

DENPASAR (BALI) - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan Senin (17/8) siang bertolak ke Jayapura dari Jakarta. Dia ingin memantau langsung proses pencarian pesawat Trigana Air yang jatuh.

Jonan dan rombongan Kemenhub tiba di Terminal 2F, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin (17/8) siang. Menumpang pesawat Garuda Indonesia, Mereka tiba di Bandara Ngurah Rai, Bali, pukul 16.00 WITA.

Setelah transit di Ngurah Rai, Jonan dan rombongan bertolak ke Papua pukul 18.09 WIB. Kali ini penerbangan menggunakan pesawat kecil Hawker 900 XP PK-CAR milik Balai Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Kemenhub.

Jonan mengatakan, tim SAR gabungan telah berupaya menemukan posisi Trigana Air lewat jalur darat dan udara. Dia menyebut posisi pesawat berada di sekitar daerah Seram-Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Namun karena cuaca yang kurang bersahabat, lanjut Jonan, proses pencarian dan evakuasi--baik yang melalui darat maupun udara--dihentikan sementara. Kegiatan itu akan dilanjutkan esok hari.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo di Lanud Jayapura, Senin (17/8), menyebut lokasi penemuan serpihan berada di 7 mil dari Bandara Oksibil.

Pesawat Trigana Air ini membawa 54 orang penumpang dan kru. Pihak maskapai mendapatkan laporan, ada 9 orang penumpang yang batal naik pesawat namun tetap tercatat dalam manifes.

Pesawat dengan nomor penerbangan IL 267 ini juga membawa uang tunai sebesar Rp 6,5 miliar. Uang itu merupakan dana program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) yang akan disalurkan oleh pihak Kantor Pos bagi masyarakat miskin di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang. [Detik]
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :