-->

Tonny Tesar Nilai Ekspedisi Saireri Bermanfaat

SERUI (YAPEN) - Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar mengatakan Ekspedisi Saireri yang dilakukan WWF Indonesia sejak 3 Juni 2016 menularkan kecintaan masyarakat Yapen pada keanekaragaman hayati (biodiversity) dan lingkungan.

"Kami merasa senang karena Ekspedisi Saireri yang dilakukan WWF Indonesia dengan KM Gurano Bintang mau berputar atau mengunjungi Kepulauan Yapen. Banyak anak muda dengan kecintaan tinggi terhadap lingkungan ikut di sini," kata Tonny di atas KM Gurano Bintang kepada Antara saat berlabuh di perairan Asai, Kepulauan Yapen, Papua, Rabu.

Karena itu, menurut dia, ekspedisi ini tidak hanya dapat mengekspos potensi Yapen yang belum tergali tetapi juga sekaligus menularkan kecintaan masyarakat dan anak-anak pada kekayaan hayati dan lingkungan darat hingga laut.

"Sangat baik sekali untuk bisa diperkenalkan potensi yang ada di Yapen, edukasi bagi semua terutama anak-anak kecil bagaimana mereka bisa menjaga lingkungan dan kekayaan hayati kita dengan bijak," ujar dia.

Terkait dengan keanekaragaman hayati bawah laut, Tonny menyakinkan bahwa Papua tidak hanya memiliki Raja Ampat saja. Yapen bagian utara juga menawarkan keindahan bawah laut, dan salah satu lokasi berada di sekitar Pulau Miosnom.

"Sayang ekspedisi tidak sampai ke sana, karena di sana bintang lautnya berukuran besar, bisa sampai satu meter. Dan hanya ada di sana saja ditemukan," ujar dia.

Keindahan bawah laut tersebut dilengkapi dengan keberadaan burung endemik wilayah Timur Indonesia yakni Cenderawasih. Habitat Cenderawasih yang masih terjaga membuat mereka yang datang ke Kepulauan Yapen tidak terlalu sukar menyaksikannya langsung di alam bebas.

"Semua potensi keanekaragaman hayati ini melengkapi kekayaan alam Teluk Cendrawasih, milik Papua, milik Indonesia, milik dunia yang harus kita lestarikan bersama. Dan keberadaannya tentu harus dapat dirasakan manfaat positif bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya," ujar dia.

Ancaman terhadap kekayaan bawah air Yapen, ia mengatakan jelas ada, terutama di perairan utara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Biak dan Samudera Pasifik. "Pengeboman ikan itu kebanyakan datang dari sana, karenanya jaringan telekomunikasi kita perkuat untuk mempermudah pengawasan juga".

Untuk Cenderawasih yang memang sudah masuk dalam fauna yang dilindungi, menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mengurangi perburuannya oleh masyarakat yakni dengan melarang penggunaan burung tersebut dalam setiap kegiatan adat. (antara)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah