Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 17 March 2017

Masih Ada Siswa SMA di Jayapura yang Tak Bisa Membaca

KOTA JAYAPURA - Pimpinan Sekolah Menengah Atas Persatuan Guru Republik Indonesia (SMA PGRI) di Kota Jayapura menyatakan sejumlah siswa di sekolah tersebut tidak bisa membaca dan menggunakan komputer.

Kepala SMA PGRI Kota Jayapura Janet Berotabui di Jayapura, Jumat, mengatakan banyak siswa di sekolahnya tidak bisa membaca.

Semenjak masuk sekolah, kata dia, para guru di sekolah itu berupaya untuk mengajarkan mereka untuk mengeja huruf.

"Kebanyakan siswa yang tidak bisa membaca ini dari wilayah pedalaman Papua, kami tetap berupaya untuk mengajar dan mendidik mereka," ujarnya.

Janet tidak menyebutkan jumlah total siswa yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menggunakan komputer. Menurut dia, mayoritas siswa asli Papua yang masuk dan bersekolah di sekolah tersebut.

"Selain tidak bisa membaca, siswa kami juga tidak bisa menggunakan komputer, pegang mouse komputer saja tangan gementar," ujarnya.

Dia mengatakan para siswa tidak bisa menggunakan komputer karena hingga kini sekolahnya belum memiliki laboratorium komputer.

"Kami belum punya laboratorium komputer, fasilitas berupa komputer juga tidak ada," ujarnya.

Hingga kini, kata dia, pihaknya masih berupaya untuk melobi bantuan komputer ke sejumlah instansi terkait pendidikan termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.

"Kami sudah ajukan sejumlah proposal terkait permintaan laboratorium komputer ke pimpinan Yayasan PGRI dan juga ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, tapi sampai sekarang belum ditanggapi," ujarnya. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :