Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 7 April 2017

Karantina Bali Gagalkan Penyeludupan 160 Kepiting dari Timika yang Bertelur

 
DENPASAR (BALI) - Pihak Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kelas I Denpasar berhasil mengagalkan penyelundupan 160 ekor kepiting bertelur asal Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Kepiting itu disita di Kargo kedatangan Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali, Rabu (5/4).

Untuk keberlanjutan hidup kepiting, maka pihak BKIPM melepasliarkan di Kampung Nelayan Wanasari Tuban, Kamis (6/4) pagi ini sekitar pukul 09.00 Wita.

"Kami berhasil menggagalkan penyelundupan masuk di Cargo Bandara Ngurah Rai yakni Kepiting Bertelur (Betina) sekitar 160 ekor dalam 7 boks," kata Kepala BKIPM Kelas I Denpasar Bali, Habrin Yake.

Habrin mengaku, nilai dari 160 ekor kepiting itu tadi sekitar 8 hingga 10 juta rupiah. Dan tujuannya ialah untuk dikonsumsi masyarakat.

Sementara itu sang penerima kepiting pun sudah diintrogasi dan di BAP.

"Sebenarnya dalam peraturannya hanya di bulan-bulan tertentu dapat melakukan pengiriman kepiting bertelur (pada khususnya). Karena ada pelanggaran inilah maka kami melakukan penindakan," jelasnya. (tribunnews.com)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :