Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Friday, 21 April 2017

Paulus Waterpauw Melayat ke Rumah Ketua Pemuda Adat Papua, Decky Ovide

Paulus Waterpauw  Melayat ke Rumah Ketua Pemuda Adat Papua, Decky Ovide
KOTA JAYAPURA - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama Kapolres Jayapura AKBP Gustav Urbinas, pada Senin malam sekitar pukul 18.15 WIT melayat ke rumah duka almarhum Decky Ovide di Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterapauw yang menggunakan kemeja batik dan celana panjang berwarna gelap diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Pemuda Adat Papua Yan Christian Arebo dan Melkianus Ovide wakil dari keluarga almarhum Decky Ovide.

Pada momentum itu, mantan Kapolda Papua Barat itu menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalkan, terutama kepada Elisabeth Demonggreng dan kedua anak almarhum yang masih duduk di bangku sekolah.

"Saya sampaikan turut berduka cita, kepada keluarga yang ditinggalkan mohon kesabaran dan ketabahannya," katanya.

Usai menyampaikan hal itu, Irjen Pol Paulus Waterpauw memberikan bantuan berupa uang tunai kepada keluarga almarhum Decky Ovide yang diterima oleh istrinya, Elisabeth Demonggreng.

Decky Ovide, Ketua Pemuda Adat Papua, meninggal dunia setelah dilarikan ke Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura, karena keluhan sesak nafas, pada Minggu (16/4) sekitar pukul 20.00 WIT.

Elisabeth Demonggreng mengakui suaminya Decky Ovide, meninggal karena sakit yang dideritanya sejak awal Januari 2017 namun baru bisa mendapatkan perawatan medis.

"Kalau sakit sebenarnya sudah sejak Januari, dipaksa untuk berobat ke rumah sakit tapi selalu menolak. Pada Sabtu (14/4) malam sempat drop dan pada Minggu malam Decky (almarhum) mau dibawa ke RS Dian Harapan," kata Elisabeth Demonggreng,ketika dihubungi dari Jayapura, Senin.

Menurut Elisabeth, berdasarkan diagnosa dari dokter RS Dian Harapan sewaktu masuk ke UGD, ada pengumpulan cairan di perut bagian bawah kanan.

"Dokter juga menyatakan ada cairan di sekitar jantung sehingga Decky diputuskan untuk mendapatkan perawatan inap di RS Dian Harapan. Jadi drop pertama itu sekitar pukul 05.00 WIT, kedua pukul 05.30 WIT, kemudian pada sekitar pukul 06.00 WIT dokter sampaikan Decky sudah tidak ada," katanya.

Semasa hidup Decky Ovide lewat organisasi Pemuda Adat Papua yang terbentuk sekitar 2014/2015, aktif memperjuangkan sejumlah bersama para aktivis muda lainnya, seperti memperjuangkan Otsus Plus yang digaungkan oleh Gubernur Lukas Enembe, mendorong pembangunan smelter Freeport di Mimika dan memperjuangkan penegakkan HAM di Papua. (antara)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :