Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 20 April 2017

Pendam Cenderawasih Gelar Pelatihan Jurnalistik

Pendam Cenderawasih Gelar Pelatihan Jurnalistik
KOTA JAYAPURA - Untuk meningkatkan kemampuan insan penerangan dalam pembuatan berita maupun pengambilan foto dan video, Pendam XVII/Cenderawasih menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik pada 19 April 2017 bertempat di Aula Tonny Rompis Makodam. Kali ini Pendam mendatangkan pemateri pemateri handal Papua seperti Bapak Agung Cepos, Bapak Vabio Kompas, Bapak Didik TVRI dan Ibu Angel Pasifik post.

Sebanyak 60 orang peserta yang berasal dari satuan  jajaran Kodam 17 Cenderawasih di seluruh wilayah Papua  ikut dalam pelatihan ini.  Acara pelatihan  dibuka oleh Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Teguh Pudji Rahardjo.

Dalam pelatihan tersebut materi yang disampaikan meliputi bagaimana menulis suatu release berita yang baik agar menghasilkan karya tulis  yang mampu menyampaikan  pesan kepada publik serta cara pemotretan dan pengambilan video.

Sebelum pelaksanaan pelatihan Kapendam menyampaikan kepada seluruh peserta latihan agar dalam pelaksanaanya benar-benar dapat memanfaatkan kesempatan, sehingga kedepannya seluruh prajurit penerangan mempunyai kemampuan dalam hal penulisan jurnalistik.

Lebih lanjut Kapendam menyampaikan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membekali prajurit penerangan agar dapat memahami konseptualisasi tulisan Jurnalistik dan mampu memenuhi kebutuhan penyampaian pesan atau informasi melalui tulisan serta menguasai teknik-teknik dasar menulis sehingga betul-betul mampu menghasilkan karya tulis jurnalistik, “ jelas Kapendam.

Dalam menyampaikan informasi kepada publik, tulisan menjadi bagian penting dalam sebuah berita, keberadaanya membuat pembaca lebih memahami berita yang disajikan. Ada etika yang selalu dijunjung tinggi, ada pesan dan berita yang ingin disampaikan, ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar dan ada momentum yang harus ditampilkan dalam sebuah frame.

Seorang jurnalist  juga dituntut sigap dalam menangkap setiap momentum dari sebuah peristiwa, membingkainya dengan sebuah gambar yang berada dari apa yang dilihat oleh khalayak umum. Untuk mendapatkan kemampuan sedemikian itu tentunya ditentukan keahlian yang cukup. Kemampuan ini sudah menjadi sebuah tuntutan yang tak terelakkan khususnya bagi prajurit Penerangan dan bidang-bidang kehumasan lainnya. (pendamxvii)
Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :