Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Thursday, 21 November 2013

Seniman Papua Diminta Beri Inspirasi dan Gairah Pembangunan

loading...
KOTA JAYAPURA - Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe berharap, seniman di Papua dapat memberikan inspirasi dan gairah dalam membangun. Hal ini disampaikan Asisten II Gubernur Provinsi Papua, Elia I. Loupatty dalam Pembukaan Gelar Budaya Papua 2013 yang berlangsung di Taman Budaya Expo, Senin-Selasa, 18-19 November 2013.

“Sebagaimana telah diamanatkan dalam GBHN Tahun 1983 pada sub sektor kebudayaan, bahwa pembinaan dan pengembangan kesenian sebagai ungkapan budaya bangsa diusahakan agar mampu menampung dan menumbuhkan daya cipta para seniman,” ungkap Elia.

Menurut Elia, juga memperkuat jati diri bangsa, meningkatkan apresiasi seni dan kreativitas seni masyarakat dan memperluas kesempatan masyarakat untuk menikmati dan mengembangkan seni budaya bangsa serta memberI inspirasi dan gairah membangun sehingga dalam era Otsus ini Pemerintah Provinsi Papua melalui instansi teknis terkait berupaya melestarikan kebudayaan yang dimiliki agar tetapm hidup dan tidak punah di tanah leluhurnya.

“Karena itu, saya sangat berterima kasih atas apa yang diupayakan Dinas Kebudayaan Provinsi Papua melalui UPTD Taman Budaya yang telah melaksanakan kegiatan semacam ini yang melibatkan sepuluh seniman seni rupa, lima sanggar seni kreasi baru dan tujuh kelompok suku atau etnik yang ada di wilayah Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura,” tutur Elia lagi saat membacakan sambutannya.

Dirinya berharap akan membawa dampak kehidupan yang lebih baik terhadap seniman seni rupa, sanggar-sanggar seni kreasi baru dan kelompok-kelompok suku. Serta semakin lestarinya kesenian tradisional Papua.

Grace, salah seorang pelukis yang ditemui tabloidjubi.com di lokasi pagelaran mengatakan, dirinya turut menyumbangkan tiga buah lukisan dengan menggunakan kuda sebagai model dalam lukisannya. Kuda bagi Grace melambangkan kekuatan.

“Ada satu kuda yang berdiri di depan dan yang lainnya dengan jarak yang cukup jauh berada di belakang kuda tersebut. Saya ingin menyampaikan pada penikmat seni melalui lukisan ini bahwa ada orang lain yang sudah lebih maju dan kita yang ada di belakang tetapi kita pasti mampu sejajar dengan orang lain itu dengan sekuatan yang kita miliki,” kata Grace. [TabloidJubi]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...