Tradisi dan Budaya

[tradisi][threecolumns]

Sosial dan Komunitas

[sosial][list]

Pariwisata dan Rekreasi

[pariwisata][threecolumns]

Ekonomi

[ekonomi][list]

Politik

[politik][twocolumns]

Olahraga

[olahraga][bleft]

Pendidikan

[pendidikan][list]

Kesehatan

[kesehatan][list]

Hiburan

[hiburan][threecolumns]

Lingkungan

[lingkungan][list]

Teknologi

[teknologi][list]

Administrasi Pemerintahan

[pemerintah][twocolumns]

Laporan Otonomi Baru

[pemekaran][list]

Laporan Otonomi Khusus

[otonomi khusus][list]

Hukum dan Kriminal

[hukum][threecolumns]

Kecelakaan

[kecelakaan][list]

Bencana Alam

[bencana][list]

Wednesday, 4 December 2013

Transportasi Udara Jadi Tulang Punggung Pembangunan di Tanah Papua

loading...
JAKARTA - Transportasi udara merupakan penunjang utama pembangunan di Papua yang hampir delapan puluh persen wilayah geografisnya adalah pegunungan dengan ketinggian rata-rata 500 hingga lebih dari 5000 meter di atas permukaan laut, kata pengusaha bidang transportasi udara.

"Transportasi udara adalah tulang punggung pembangunan di Papua dalam hal memobilisasi barang maupun orang," kata Direktur Utama PT Unitrade Persada Nusantara , salah satu perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan di Papua, Satya Graha Utama, di Jakarta, Minggu (01/12/2013).

Dia mengatakan kondisi geografis Papua yang cukup sulit dijangkau terutama di wilayah pegunungan menjadikan transportasi udara menjadi satu-satunya pilihan bagi pemerintah dan masyarakat.

"Situasi ini menyebabkan pembangunan infrastruktur lainnya juga lambat dan saat ini tengah menjadi perhatian pusat dan daerah," ujar Satya.

Menurut dia, program pemerintah yang menjadikan Papua sebagai koridor ekonomi pembangunan di sektor pangan, perikanan, energi dan pertambangan nasional harus disertai pula dengan peta jalan mobilisasi logistik dan sumber daya manusia.

"Program pembangunan pemerintah pada akhirnya sampai pada terwujudnya kesejahteraan di skala lokal. Maka harus ada road map bagaimana suplai komponen-komponen pembangunan Papua sampai di wilayah ini," kata Satya.

Dia menambahkan peta jalan tersebut berkaitan dengan jumlah dan jenis armada pesawat yang dibutuhkan serta kualifikasi sumber daya manusia pendukung transportasi udara yang dapat menguasai medan Papua yang cukup istimewa dibandingkan wilayah Indonesia lainnya.

Keistimewaan tersebut bukan hanya karena Provinsi Indonesia paling timur itu merupakan yang terluas yakni mencapai 317.061 kilometer persegi atau 19,33 persen dari total wilayah Indonesia, juga karena ketinggian daerah pedalaman Papua mencapai 5000 hingga 8000 meter di atas muka laut.

"Oleh sebab itu, penerbang harus memiliki keahlian menerbangkan pesawat di wilayah seperti ini atau flying mountain di mana tantangan cuaca sangat mempengaruhi pola dan teknik terbang," kata Satya. [Antara]

Silahkan berkomentar
  • Blogger Berkomentar dengan Blogger
  • Facebook Berkomentar dengan Facebook
  • Disqus Berkomentar dengan Disqus

No comments :


Loading...