-->

Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua Adakan Pengobatan Gratis dan Pembagian Sembako Natal di Kampung Nafri

NAFRI (KOTA JAYAPURA) - Sebagai akhir dari seluruh serangkaian kegiatan perayaan Natal Akbar Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua yang puncaknya telah dihelat di halaman Gedung Tongkonan hari Sabtu (03/12/2013), lalu, maka Sabtu (07/12/2013) telah dilakukan kegiatan bhakti sosial dalam bentuk pengobatan gratis dan pembagian bingkisan sembako dipusatkan disamping Pos Satgas Kampung Nafri Yonif 642/KPS, Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Meski pagi itu Sabtu (07/12/2013) cuaca di Kota Jayapura, sedikit mendung, namun  tidak mengurungkan niat ratusan warga Kampung Nafri, Abepantai dan Koya Koso untuk berduyun-duyun mengantri mendengarkan penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis dan pembagian bingkisan yang diadakan Warga Ikatan Keluarga Toraja  (IKT) melalui Panitia Natal IKT Provinsi Papua 2013.

Bhakti sosial IKT ini merupakan bagian dari serangkaian agenda Panitia Natal IKT tahun 2013 yang diketuai oleh Ir. Rende Mangontan (JRM). Acara yang diawali  doa itu dibuka secara resmi oleh Ketua Umum IKT Papua Prof. DR Yohanis Rante, M.Si., Ikut hadir dan memberikan sambutannya Kepala Distrik Abepura mewakili Walikota Jayapura Drs. Benhur Tommy Mano, M.M.

Di depan ratusan warga yang sedang menunggu giliran mendapatkan pelayanan kesehatan dan pembagian bingkisan, Yohanes Rante mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian warga IKT melalui Panitia IKT Papua tahun 2013 dengan menyatakan kasihnya kepada sesama, khususnya bagi warga di Kampung Nafri, Abepantai dan Koya Koso.

Dikatakan, kegiatan serupa juga pernah dilakukan di beberapa tempat seperti di Kampung Puay, kampung Mosso beberapa waktu lalu. Dan ini akan terus dilakukan dalam momen-momen tertentu. “Bukan karena kami lebih lalu kami membagikan kepada sudara-saudara, tetapi inilah wujud kasih natal yang kami bisa nyatakan melalui berkat Tuhan yang ada melalui Orang Toraja,”katanya sambil menambahkan janganlah pemberian ini dilihat dari besar kecilnya, tetapi pandanglah itu sebagai praktek Kasih seperti yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus sebagai Putra Natal, sang raja damai.

Dikatakan sudah menjadi falsafah orang Toraja bahwa dimana bumi diinjak di situ langit dijunjung. Dan itu sudah dibuktikan bahwa keberadaan warga Toraja di Tanah Papua sudah cukup menyatu dengan orang Papua. Orang Toraja, termasuk yang mengabdi baik sebagai guru,tukang, petani, peternak, PNS dan juga sebagai aparat di Tanah Papua sudah merasa Papua adalah juga tanah kelahirannya sendiri.

Apalagi lanjut Yohanis Rante, antara orang Toraja dengan Orang Papua memiliki banyak kesamaan-kesamaan budaya yang unik. Salah satu contoh kecil, sama-sama suka makan pinang. “Juga sama-sama makan daging babi,”teriak salah satu mama-mama Papua. Dari sekian banyak persamaan ini, menurut Yohanis Rante yang paling prinsip yakni sama keyakinan, yaitu percaya Tuhan Yesus atau mayoritas beragama Kristen. Terbukti dimana-mana orang Toraja banyak yang mengambil peran dalam pembangunan dan pengembangan gereja Tuhan di Tanah Papua.

Meski demikian, orang Toraja sudah berkomitmen tidak membangun gereja Toraja, tetapi berbaur dengan warga Papua berjemaat bersama-sama. “Ini suatu bukti bahwa Orang Toraja sudah cukup menyatu dengan sesamanya orang Papua,”katanya.
Sementara itu Kepala Distrik Abepura Matius Pawarra, S.Sos., M.Si., atas nama Pemerintah Kota Jayapura mewakili warganya mengucapkan terima kasih kepada warga IKT, khususnya Panitia natal atas kepedulian mengadakan bhakti sosial dalam bentuk pengobatan gratis dan pemberian bingkisan kepada warganya, utamanya kampung Nafri, Abepantai dan Koya Koso.

Dia juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan warga IKT, tetapi warga komunitas lainnya.  Dalam kesempatan itu juga Kadistrik mengajak warga untuk menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Sementara itu untuk pemilihan legislatif dan Pilpres 2014 mendatang Kadistrik menghimbau warganya untuk menyalurkan hak suaranya dengan memilih calon-calon terbaik yang bisa menyuarakan aspirasinya.

Sedangkan Ketua Panitia Natal IKT 2013 Ir. Jhon Rende Mangontan mengatakan, kegiatan ini bagian dari kepedulian warga IKT dengan memanfaatkan momen natal ini untuk berbagi kasih dengan sesamanya.

“Kami juga terpanggil menyalakan lilin-lilin kecil di Kampung Nafri, Abepantai dan Koya Koso serta di beberapa daerah lainnya yang sempat kami datangi,”katanya.  Selain di Nafri katanya kegiatan yang sama juga pernah dilakukan di beberapa tempat dan semuanya disambut baik masyarakat yang memang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Untuk kegiatan ini kami libatkan sejumlah dokter spesialis dan dokter umum dibantu para mantri yang jumlahnya sekitar 30 orang,”jelasnya. Soal target yang akan dilayani sebanyak 250 orang.

“Selain di Kampug Nafri, kami juga telah melakukan kegiatan yang sama seperti di Kampung Mosso serta beberapa tempat di daerah Papua lainnya. Tujuannya agar terjalinnya hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat (asli Papua), karena kalau mau dilihat masyarakat yang ada di Papua ini memiliki banyak kesamaan dengan kami dalam hal ini warga Toraja, terutamanya dalam hal keyakinan,” terang JRM.

Lebih jauh lagi, JRM menjelaskan selain pengobatan massal dan pembagian Sembako, dimana masih dalam memperingati Hari AIDS Se-Dunia maka pihaknya juga mensosialisasikan tentang bahaya dari HIV/AIDS kepada masyarakat di Kampung Nafri tersebut.

“Masalah HIV/AIDS adalah masalah yang harus ditangani secara bersama-sama, dimana semua komponen memiliki tugas dan tanggungjawab untuk memerangi masalah virus tersebut. Jadi, bukan hanya tugas dari pemerintah baik itu di Provinsi atau Kabupaten/Kota, tetapi tugas seluruh komponen masyarakat yang ada,” paparnya.

Sementara itu dr. Samuel Maripadang Basso, ahli penyakit dalam, mengatakan dari hasil pelayanan medis yang dilakukan lebih banyak menemukan penyakit pilek dan batuk. “Ada juga malaria satu-satu,”jelasnya kepada Bintang Papua. Adanya pelayanan ini disambut antusias dan senang warga setempat. Kepala Kampung Nafri Zakarias Hanueby mengucapkan terima kasih kepada warga IKT Papua, Pemkot Jayapura dalam hal ini Distrik Abepura, pihak TNI dalam hal ini Satgas dari Yonif 642/KPS, tim medis atas kegiatan pengobatan massal yang dilakukan di Kampung Nafri ini.

Pelayanan ini juga didukung anggota TNI dari Yonit 642/KPS yang ada di Kampung Nafri. Selain melibatkan 1 dokter dari TNI juga masalah penyiapan lokasi dan tenda, serta pengamanan lingkungan. Pantauan Bintang Papua sejumlah warga yang mendapat pelayanan kesehatan gratis dan bantuan bingkisan mengaku sangat senang, dan berharap kegiatan-kegiatan seperti ini terus dikembangkan, tidak hanya warga IKT tetapi juga warga lainnya yang ada di Papua.

“Kami sangat senang dan ucapan terima kasih kepada warga Toraja yang mau peduli dengan sesama khususnya bagi kami yang ada di Kampung Nafri,”ujar seorang ibu yang bertubuh tambun sambil menenteng pulang bingkisannya yang berisikan supermie, minyak goreng, gula dll. Bhakti sosial ini juga dihadiri sejumlah pengurus IKT Provinsi Papua, Ir. Frans Tanga, DR. (HC) Rafael Mananna, dan sejumlah pengurus lainnya. [BintangPapua]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Iklan Bawah Artikel


Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari  Papua Untuk Semua di Grup Telegram Papua Untuk Semua. Klik link https://t.me/PapuaCom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Papua Untuk Semua - Jendela Anak Tanah